Pro-Kontra Tarawih Akbar di Monas

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan sudah melakukan konsultasi dengan ulama terkait rencana salat tarawih akbar di lapangan Monas, Jakarta Pusat.
Feni Freycinetia Fitriani | 21 Mei 2018 11:55 WIB
Wisatawan mengunjungi kawasan Monumen Nasional atau Monas. - JIBI/Veronika Yasinta

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan sudah melakukan konsultasi dengan ulama terkait rencana salat tarawih akbar di lapangan Monas, Jakarta Pusat.

"Sudah dapat beberapa masukan. Ini ada Ketua NU [Ketua PWNU DKI Jakarta Saefullah] di belakang saya. Mereka akan memberi masukan dan kami akan berkonsultasi," katanya di Lapangan IRTI Monas, Senin (21/5/2018).

Bukan itu saja, dia menuturkan justru banyak ulama yang menginginkan tarawih di Monas untuk momen Lebaran atau Ramadan pada tahun ini. Meski demikian, Sandi tidak akan memaksakan diri seandainya sebagian dari masyarakat atau ulama tidak menyarankan acara tersebut.

"Kami akan diskusikan dan ambil keputusan bersama dengan mengundang para ulama," imbuhnya.

Menurutnya, acara salat tarawih akbar tersebut digelar untuk meningkatkan ketakwaan warga Ibu Kota di Bulan Suci Ramadan. Sandi juga ingin kegiatan tersebut bisa mempersatukan umat.

"Jangan sampai tarawih akbar ini menjadi pemecah belah," ucapnya.

Tag : Ramadan
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top