Anies Baswedan: Perluasan Ganjil-Genap Hanya Saat Asian Games

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendukung langkah Ditlantas Polda Metro Jaya dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk memperluas wilayah kebijakan ganjil-genap.
Feni Freycinetia Fitriani | 24 Mei 2018 16:46 WIB
Kendaraan terjebak kemacetan di ruas jalan Jenderal Gatot Subroto kawasan Semanggi, Jakarta, Senin (10/4). - Antara/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendukung langkah Ditlantas Polda Metro Jaya dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk memperluas wilayah kebijakan ganjil-genap.

Dia meminta penerapan perluasan jalur ganjil-genap difokuskan di sekitar venue Asian Games. Namun, ada syarat yang diminta oleh Pemprov DKI.

"Hanya saya perlu garis bawahi perluasan ganjil-genap ini tidak selamanya karena berkembang informasi [diberlakukan] terus-menerus. Hanya sampai Asian Games selesai," katanya di Balai Kota DKI, Kamis (24/5/2018).

Menurut Anies kebijakan ini akan diberlakukan sebulan sebelum Asian Games dimulai, yaitu 18 Juli 2018 dan berakhir pada 2 September 2018.

Setelah event olahraga terbesar se-Asia Tenggara itu selesai, maka kebijakan tersebut tidak akan dilanjutkan.

"Jadi, sesudah itu akan kembali menjadi jalur yang normal," imbuhnya.

Terkait dengan Asian Para Games, Anies mengatakan nantinya akan menyesuaikan kembali karena titik venuenya yang tidak sebanyak Asian Games.

"Asian Games dan Para Games, tapi nanti para Asian Games ada jeda waktu, baru nanti kita nanti akan kaji ulang karena lokasinya tidak sebanyak lokasi Asian Games," ujar Anies.

Sebelumnya, Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan perluasan wilayah ganjil-genap merupakan bagian dari persiapan rekayasa lalu-lintas jelang Asian Games 2018.

"Perluasan [ganjil-genap] nanti di Kuningan, MT Haryono, Gatot Subroto, Kemayoran, Pondok Indah, dan Arteri Pondok Indah," katanya ketika ditemui di Balai Kota DKI, Jumat (18/5/2018).

Dia menuturkan rencana tersebut diusulkan oleh Ditlantas Polda Metro Jaya bersama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Menurutnya, itu merupakan ide yang bagus guna mengendalikan populasi kendaraan pribadi di jalan-jalan Ibu Kota.

Berkurangnya mobil pribadi akan berdampak pada terurainya kemacetan di dalam kota jelang Asian Games Agustus mendatang. Apalagi, The Olympic Council of Asia (OCA) menargetkan waktu tempuh 30 menit dari kampung atlet Kemayoran menuju venue.

"Nanti akan ada Pergub [Peraturan Gubernur], lalu bisa diimplementasikan. Pergub yang sudah ada kan ganjil genap di Sudirman-Thamrin. Kalau diperluas pasti akan ada aturannya," ungkapnya.

 

Tag : ganjil genap
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top