Sekjen DMI Bantah Sandiaga Uno Soal Masjid di Jakarta Terpapar Radikalisme

Sekretaris Jenderal DMI Imam Duruqutni mengungkapkan pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu salah besar. Menurutnya, selama ini tidak ada masjid yang terpapar radikalisme, tetapi yang ada adalah masjid yang kritis terhadap pemerintah.
Sholahuddin Al Ayyubi | 07 Juni 2018 13:37 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno - ANTARA/Reno Esnir

Bisnis.com, JAKARTA - Dewan Masjid Indonesia atau DMI membantah pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang menyebutkan ada masjid di DKI Jakarta terindikasi aktivitas radikalisme.

Sekretaris Jenderal DMI Imam Addaruqutni mengungkapkan pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu salah besar. Menurutnya, selama ini tidak ada masjid yang terpapar radikalisme, tetapi yang ada adalah masjid yang kritis terhadap pemerintah.

"Tidak ada itu masjid yang radikal. Ada-ada saja. Ada juga masjid yang kritis kepada pemerintah. Kritis itu kan boleh-boleh saja, agar pemerintah semakin baik ke depan," tuturnya, Kamis (7/6/2018).

Dia menyarankan agar politisi Partai Gerindra itu membuktikan pernyataannya kepada publik dan menyebutkan masjid mana saja yang telah terpapar radikalisme di DKI Jakarta. Menurutnya, DMI selama ini telah melakukan koordinasi dengan para mubaligh dan pengurus masjid untuk menghindari radikalisme di Indonesia, terutama di DKI Jakarta.

"Kalau masjid yang kritis itu memang ada. Tetapi yang jelas, tidak ada masjid yang terpapar radikal di DKI Jakarta. Coba saja buktikan kalau ada," katanya.

Dia juga mengimbau agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan dialog secara baik dengan para pengurus masjid, agar tudingan masjid yang terpapar radikalisme tersebut bisa diminimalisir.

"Kuncinya itu adalah diadakan dialog intensif antara ulama dan umara. Agar tidak ada masjid terpapar radikal seperti yang dikatakan tadi," ujarnya.

Tag : radikalisme
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top