Melihat Langsung Semrawutnya PKL Tanah Abang H-6 Lebaran

Meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk belanja sandang jelang Hari Raya Idulfitri terlihat jelas di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Feni Freycinetia Fitriani | 08 Juni 2018 15:15 WIB
Trotoar di kawasan Tanah Abang diambil alih oleh para PKL yang sebagian besar menjual pakaian untuk memenuhi kebutuhan Lebaran, Jumat (8/6). - Bisnis/Feni Freycinetia Fitriani

Bisnis.com, JAKARTA -- Meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk belanja sandang jelang Hari Raya Idulfitri terlihat jelas di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Berdasarkan pantauan Bisnis, hampir seluruh titik di pusat perbelanjaan tekstil terbesar se-Asia Tenggara tersebut dipenuhi oleh tenda-tenda yang menjual aneka pakaian.

Mulai dari pasar Blok A-F hingga Jalan Jati Baru Raya dipenuhi oleh pedagang kaki lima (PKL). Yang memprihatinkan, ratusan PKL tersebut juga mengokupasi hampir seluruh trotoar yang terbentang dari depan stasiun Tanah Abang hingga Blok G.

Di sana, para ibu terlihat sibuk memilih baju muslim, kerudung, hingga mukena untuk dipakai dirinya dan keluarga saat Hari Kemenangan.

Membeludaknya para pedagang di setiap sudut membuat kondisi Tanah Abang semakin semrawut. Apalagi, Jalan Jatibaru tak kunjung dibuka oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan padatnya pasar Tanah Abang justru menunjukkan hal positif bagi perekonomian DKI Jakarta.

"Saya pribadi malah senang lihat Tanah Abang ramai. Ini artinya ekonomi masyarakat menggeliat jelang Lebaran," ujarnya, Jumat (8/6/2018).

Arief menuturkan pengunjung Tanah Abang berasal dari berbagai wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Namun, tak tertutup kemungkinan ada juga warga dari provinsi lain yang berbelanja di sana.

Meski demikian, dia menilai pengunjung yang datang mendekati sejak awal puasa hingga jelang Hari Raya Idulfitri merupakan pengunjung biasa.

"Yang datang sekarang-sekarang ini pengunjung yang berbelanja eceran. Itu makanya manusia luar biasa banyaknya. Bukan pembeli grosiran," jelas Arief.

Menurutnya, pembeli dalam skala besar atau grosir justru sudah melakukan transaksi sejak sebelum puasa. Mereka juga sudah mengontak pedagang langganan secara personal sehingga tak perlu datang ke toko.

"Kalau pembeli grosir itu sudah captive, jadi tinggal kirim barang," ucap Arief.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tanah abang, lebaran

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top