Asian Games 2018 : Waktu Tempuh dari Wisma Atlet ke Venue 30 Menit Bisa Tercapai, Ini Syaratnya

Wakil Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Sigit Widjatmoko mengatakan target The Olympic Council of Asia terkait waktu tempuh dari Kampung Atlet (Athlethe Village) menuju arena perlombaan atau venue Asian Games 2018 30 menit bisa dicapai dengan beberapa syarat.
Feni Freycinetia Fitriani | 25 Juni 2018 20:30 WIB
Suasana di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (26/2/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA--Wakil Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Sigit Widjatmoko mengatakan target The Olympic Council of Asia terkait waktu tempuh dari Kampung Atlet (Athlethe Village) menuju arena perlombaan atau venue Asian Games 2018 30 menit bisa dicapai dengan beberapa syarat.

Dia menuturkan telah telah melaksanakan survey jalur mulai dari Terminal 2 dan Terminal 3 menuju ke Athlete Village. Kemudian dari Athlete Village ada empat poin menuju ke venue, yaitu GBK [Gelora Bung Karno], Gedung Pencak Silat Taman Mini, Pulomas, dan ke Cibubur.

"Dari uji coba tersebut, rekayasa lalin yang kita laksanakan adalah pemanduan secara VIP artinya ada penutupan beberapa gerbang tol dan lane khusus untuk kendaraan-kendaraan tersebut. Sejauh ini KPI 30 menit waktu yang disyaratkan oleh OCA sudah terpenuhi," katanya di Jakarta, Senin (25/6/2018).

Menurutnya, target tersebut bisa dicapai lantaran paket kebijakan rekayasa lalin, baik itu yang levelnya pusat rekomendasi dari Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Badan Pengelola Jalan Tol juga sudah diterbitkan.

Sigit melanjutkan faktor pendukung lainnya adalah perluasan wilayah dan waktu operasional pembatasan kendaraan dengan skema ganjil-genap ke berbagai jalur arteri di DKI Jakarta.

Nantinya penerapan perluasan ganjil-genap akan dimulai sejak pukul 06.00 wib-21.00 wib. Pada mulanya, kebijakan tersebut dibagi menjadi dua periode, yaitu pada pukul 06.00 wib-10.00 wib da 16.00 wib-20.00 wib.

Meski demikian, dia menilai penutupan jalan dan gerbang tol tidak akan dilakukan secara terus-menerus.

"[Penutupan gerbang tol] situasional. Keputusan penerapan kebijakan ini di ruas jalan tol masih didiskusikan dengan teman-teman BPJT. Sifatnya menudung, tetapi situasional saja," jelasnya.

Dia tak menampik banyak warga yang menolak ide perluasan kawasan ganjil-genap dan penutupan tol untuk Asian Games. Namun, Sigit meminta kebesaran hati warga Jakarta untuk mendukung rencana pemerintah.

Menurutnya, hal ini sebaiknya dimanfaatkan sebagai momentum agar pemilik kendaraan pribadi mau beralih menggunakan transportasi publik, misalnya Transjakarta dan Kereta Commuterline Jabodetabek.

"Sekali lagi ini kegiatan multi event, tentunya masyarakat akan maklum. Seperti yang dilaksanakan saat Idulfitri kemarin kami bikin one way terpanjang yang pernah dilaksanakan. Semoga masyarakat bisa menerima," ujar Sigit.

Tag : Asian Games 2018
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top