Hiii... Ada Foto Penampakan Saat Anies Lantik Pejabat DKI, Ini Komentar Sandi

Pelantikan pejabat eselon II dan walikota yang dipimpin oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi perbincangan masyarakat.
Feni Freycinetia Fitriani | 06 Juli 2018 15:07 WIB
Foto penampakan hantu (dalam lingkaran merah) yang beredar di masyarakat dalam proses pelantikan pejabat teras DKI Jakarta, Kamis (5/7). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Pelantikan pejabat eselon II dan walikota yang dipimpin oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi perbincangan masyarakat.

Uniknya, buah bibir warga bukan gara-gara pegawai negeri sipil (PNS) yang diangkat menjadi pejabat teras, melainkan adanya sosok penampakan yang terekam di salah satu foto yang beredar di dunia maya.

Di foto yang diterima Bisnis, terlihat sosok menyerupai hantu perempuan dengan rambut berantakan dan berwajah seram. Penampakan tersebut ada di belakang barisan walikota baru, tepatnya di belakang Walikota Jakarta Pusat Bayu Megantara, yang saat itu hendak mengucap janji di depan Anies dan ratusan hadirin yang ada di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta.

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memastikan foto penampakan yang viral di media sosial bukanlah sosok hantu.

Malah, dia menilai foto hantu tersebut merupakan hasil "editan" yang disebarkan oleh pihak tak bertanggung jawab.

"Saya sudah lihat, [hantu] itu ada di belakangnya Pak Bayu ya. Ya itu hoaks ah diedit Photoshop," kata Sandi di Balai Kota, Jumat (6/7/2018).


SEJARAH BALAI KOTA DAN HANTU NONI BELANDA

Seperti diketahui, pelantikan tersebut dilaksanakan di Balai Agung, salah satu ruangan besar yang ada di lantai dua gedung Balai Kota Jakarta, pada Kamis (5/7). Balai Kota Jakarta merupakan salah satu deretan bangunan warisan kolonial Belanda yang terletak di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Dahulu, bangunan ini bernama Gemeente Batavia. Saat kolonial Jepang menjejakkan kakinya di Nusantara, pada era 1942-1945, kepemilikan gedung ini beralih, begitu juga namanya yang berganti menjadi Djakarta Tokubetsu Shi.

Setelah Indonesia merdeka, kantor pemerintahan kota ini berganti nama lagi menjadi Pemerintahan Nasional Kota Djakarta. Sementara itu, kantornya disebut Balai Agung Pemerintahan Nasional Kota Djakarta dengan Wali Kota pertama Soewirjo.

Kemudian, nama Balai Kota baru ditetapkan setelah 1960 pada masa jabatan Sumarno dan termasuk dalam pengembangan kawasan pada 1969.

Sejak lama, kompleks Balai Kota diterkam rumor keberadaan hantu bernama "Noni Belanda". Sebagian orang lama Balai Kota menyebutnya sebagai pemilik asli gedung Balai Kota yang dulu merupakan tempat tinggalnya.

Sandi membenarkan adanya keberadaan hantu "Noni Belanda" di Balai Kota.

"Saya sudah tinggal delapan bulan di sana aman-aman saja, makhluk halusnya Noni Belanda sangat ramah sama saya," ungkapnya sambil tertawa.

Desas-desus keberadaan Noni Belanda, hantu perempuan penghuni Balai Kota Jakarta sebelumnya telah ada di zaman kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Pada Oktober 2015, Ahok pernah menolak usul pemutaran film horor pada agenda wisata Balai Kota. Dia berasalan kondisi kantornya ketika itu sudah cukup horor dengan kejadian mistis yang pernah dialaminya.

"Film horor jangan dulu deh, soalnya di sini sudah cukup horor. Di sini sudah banyak Noni Belanda," ucapnya.

Ahok mengungkapkan suatu hari salah satu stafnya pernah melaporkan bahwa telah terjadi aktivitas gaib di ruang kerjanya.

"Kata staf saya, jam satu, kursi saya sendiri bisa muter-muter. Noninya mau jadi gubernur kali. Sudah cukup horor di sini," ujar Ahok kala itu.

Tag : pemprov dki jakarta, hantu
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top