Rumah DP RP0: Pemprov DKI Siap Bangun 1.200 Unit di Depo LRT Pegangsaan

Pemprov DKI akan memaksimalkan dana sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) sebesar Rp13,1 triliun untuk program rumah DP Rp0 di beberapa lokasi.
Feni Freycinetia Fitriani | 24 Juli 2018 06:51 WIB
Rumah DP nol rupiah di Rorotan Cilincing Jakarta Utara - JIBI/Nur Faizah al Bahriyatul Baqiroh

Bisnis.com, JAKARTA -  Pemprov DKI akan memaksimalkan dana sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) sebesar Rp13,1 triliun untuk program rumah DP Rp0 di beberapa lokasi.

Angka itu berasal dari silpa murni Pemprov DKI sebesar Rp6,6 triliun. Sisanya berasal dari pendapatan yang melebihi target sebesar Rp2,2 triliun dan dana bagi hasil dari pemerintah pusat Rp4,29 triliun.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan hal itu dapat dieksekusi setelah DPRD DKI menerima Laporan Kegiatan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2017.

"Arahan Pak Gubernur [Anies Baswedan] ada beberapa lokasi baru untuk program DP Rp0 dan harus selesai pada 2018. Jadi [pembangunan rusunami] bukan hanya di Pondok Kelapa," katanya di kantor DPRD DKI, Senin (23/7/2018).

Dia memaparkan beberapa lokasi yang sudah disiapkan a.l. di depo ligh rail transit (LRT) di jalan Pegangsaan II, Jakarta Utara dan Jalan Ahmad Yani, Jakarta Timur. Nantinya, lanjut Saefullah, Pemprov DKI akan meminta PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk membangun rusunami yang akan masuk ke dalam skema pembiayan DP Rp0.

Jumlah unit yang akan dibangun oleh badan usaha milik daerah DKI itu terbilang cukup banyak sehingga diharapkan dapat mengurangi back log perumahan, khususnya hunian bagi masyarakat kelas menengah Ibu Kota.

"Di Depo LRT Pegangsaan kemungkinan akan dibangun 5 tower dengan total 1.200 unit. Saya kira jumlah ini cukup signifikan dan akan dikerjakan oleh Jakpro," imbuhnya.

Lebih lanjut, Saefullah mengatakan Jakpro juga memiliki lahan di Jalan Ahmad Yani seluas 3.000 m2 dan beberapa lokasi di kawasan Rorotan, Jakarta Utara yang dapat dimanfaatkan untuk membangun lebih banyak unit rumah DP Rp0.

Meski demikian, dia belum bisa menjabarkan berapa dana yang disiapkan untuk pembangunan rusunami DP Rp0 pada tahun ini yang diambil dari Silpa. Pasalnya, saat ini Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) masih menyusun rancangan kegiatan pemerintah daerah (RKPD) yang akan diajukan saat pembahasan APBD Perubahan 2018.

"Untuk anggarannya kami akan rapatkan terlebih dahulu. Ini kan baru disetujui, butuh sekitar 2-3 hari akan diselesaikan di internal eksekutif," ungkapnya.

Seperti diketahui, Pemprov DKI menugaskan PD Pembangunan Sarana Jaya untuk membangun pilot project rusunami DP Rp0 di Jakarta Timur yang diberi nama Klapa Village.

PD Pembangunan Sarana Jaya Menggandeng PT Totalindo Eka Persada Tbk. Sarana Jaya memiliki porsi mayoritas dalam KSO dengan Totalindo yakni sebesar 75%. Keduanya akan membangun dua tower hunian di lahan 1,4 ha di mana satu tower dengan kapasitas sebanyak 703 unit dengan klasifikasi tipe 21 dan tipe 36.

Tag : rumah bersubsidi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top