Empat BUMD Garap Proyek TOD Dukuh Atas dan Lebak Bulus

Empat badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta berkomitmen membangun proyek kawasan berorientasi transit (transit oriented development/TOD) yang dilewati rute koridor I fase I MRT Jakarta Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia.
Feni Freycinetia Fitriani | 31 Juli 2018 19:57 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta fase I, Senin (11/6/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Empat badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta berkomitmen membangun proyek kawasan berorientasi transit (transit oriented development/TOD) yang dilewati rute koridor I fase I MRT Jakarta Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia. 

Sinergi tersebut diikat dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama MOU (memorandum of understanding) antara PT MRT Jakarta dengan PT Jakarta Propertindo dan PD Pembangunan Sarana Jaya. 

Direktur Utama PT MRT Jakarta mengatakan Jakpro berkomitmen untuk mengembangkan TOD di Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Sementara itu, Sarana Jaya siap menggarap kompleks komersial di kawasan depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan. 

"Pengembangan TOD tidak bisa dilakukan oleh MRT Jakarta sendirian. Nilai investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan di Dukuh Atas sekitar Rp20 triliun. Dananya dari sinergi BUMD sekaligus dengan perbankan dan investor," katanya di Wisma Nusantara Selasa (31/7/2018). 

Menurutnya, alasan MRT Jakarta menggandeng Jakpro untuk mengelola TOD Dukuh Atas karena BUMD tersebut berencana membangun koridor kereta ringan (light rail transit/LRT) dari Kelapa Gading hingga ke Tanah Abang. 

Sementara itu, Sarana Jaya sudah berkomitmen untuk membangun kawasan di Lebak Bulus menggunakan dana patungan dengan investor. 

"Sarana Jaya punya tanah yang berdampingan dengan Depo MRT Lebak Bulus. Konsepnya akan ada interkoneksi langsung dengan stasiun di sana," ungkapnya. 

Dia menuturkan Pemprov DKI Jakarta sudah menunjuk PT MRT Jakarta sebagai operator utama dalam mengelola kawasan Transit Oriented Development (TOD). Penunjukan itu tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 140 Tahun 2017 tentang Penugasan Perseroan Terbatas MRT Jakarta sebagai Operator Utama Pengelola Kawasan TOD Koridor Utara-Selatan Fase I.

PT MRT Jakarta, lanjutnya, telah menyiapkan  master plan untuk kedua titik tersebut yang nantinya akan menjadi urban design guideline (UDGL). 

"Setelah itu beres kami baru bisa dapat menggandeng mitra lain untuk mengembangkan konsep TOD di Dukuh Atas dan Lebak Bulus," ungkapnya. 

Lebih lanjut, William mengatakan juga menandatangani MoU dengan PD Pasar Jaya terkait pemanfaataan lahan eks Pasar Blora di Dukuh Atas. PT MRT Jakarta akan memanfaatkan lahan seluas 3.129 m2 untuk pengusahaan bangunan dan fungsi campuran (mixed used) sebagai bagian dari TOD Dukuh Atas. 

Tag : mrt
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top