Beres Diperbarui, Pasar Kramat Jati Kini Lebih Nyaman

Material bangunan pasar juga menggunakan Alumunium Composite Panel (ACP) sehingga terkesan lebih modern tampilannya. Peremajaan mekanikal dan elektrikal juga dilakukan di pasar ini yang meliputi pemadam kebakaran, plumbing air bersih dan kotor, serta penggantian kabel-kabel lama yang sudah tidak layak lagi.
Feni Freycinetia Fitriani | 14 Agustus 2018 12:29 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan UPB Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, yang direvitalisasi oleh PD Pasar Jaya.

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan UPB Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, yang direvitalisasi oleh PD Pasar Jaya.

Menurutnya, pembangunan atau peremajaan pasar-pasar ini ditujukan untuk meningkatkan citra positif pasar tradisional agar dapat menarik minat konsumen untuk kembali belanja karena tidak kalah dengan  pasar modern.

"Pasar tradisional masih memiliki daya tarik bagi konsumen atau pelanggan karena berada di tengah atau dekat pemukiman. Termasuk Pasar Kramat Jati," ujar Anies di Jakarta Timur, Selasa (14/8/2018).

Dia mengatakan Pasar Kramat Jati sendiri mulai direvitalisasi sejak 2 Juli 2015 – 31 Mei 2018.  Revitalisasi pasar ini cukup berat karena ada sejumlah fasilitas yang juga dilakukan penambahan.

Material bangunan pasar juga menggunakan Alumunium Composite Panel (ACP) sehingga terkesan lebih modern tampilannya. Peremajaan mekanikal dan elektrikal juga dilakukan di pasar ini yang meliputi pemadam kebakaran, plumbing air bersih dan kotor, serta penggantian kabel-kabel lama yang sudah tidak layak lagi.

"Mudah-mudahan dengan revitalisasi Pasar Kramat Jati warga makin senang berbelanja di sini," jelasnya.

Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan dana revitalisasi menggunakan uang perusahaa.

“Untuk revitalisasi pasar ini menghabiskan biaya kurang lebih Rp 27,1 miliar. Revitalisasi dilakukan menyeluruh baik pasar dan juga lahan parkirnya,” katanya.

Dia menambahkan ada sejumlah perbaikan seperti penguatan pondasi connecting bridge, cor parkiran, pengantian plafon, pengecatan dan perbaikan saluran air.

Selain perbaikan juga dilakukan pembangunan toilet berstandar A, Pembangunan masjid, pembangunan pos keamanan dan perbaikan kantor pengelola (Kantor Pasar).

"Sekarang toilet di pasar seperti di mall. Bersih dan nyaman. Ini akan menjadi standar toilet di seluruh pasar di DKI Jakarta," ucapnya.

UPB Pasar Kramat Jati sendiri berdiri dilahan seluas 18.715 m2, sedangkan bangunan dan sarana pendukung seluas 27.874 m2. Sedangkan untuk tempat usahanya sendiri ada sebanyak 1800 TU yang terdiri dari 1.509 Kios dan 291 Los.

Tag : anies baswedan
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top