Pemprov DKI Berupaya Kurangi Jumlah Penderita Diabetes

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit diabetes.
Regi Yanuar Widhia Dinnata
Regi Yanuar Widhia Dinnata - Bisnis.com 24 Agustus 2018  |  20:26 WIB
Pemprov DKI Berupaya Kurangi Jumlah Penderita Diabetes
Ilustrasi Diabetes Melitus - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit diabetes.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menandatangani komitmen bersama untuk  mengurangi tingkat diabetes di perkotaan, di Balai Kota Jakarta Pusat, Jumat (24/8/2018).

Kesepakatan bersama ini melibatkan swasta dan berbagai pemangku kepentingan seperti perusahaan perawatan kesehatan global Novo Nordisk Indonesia, Kedutaan Besar Denmark, Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI).

Kerja sama tersebut bertujuan untuk mengurangi pertumbuhan angka orang yang hidup dengan diabetes di daerah perkotaan. Adapun kampanye dan program yang akan ditindaklanjuti dari kesepakatan ini bertajuk Cities Changing Diabetes.

"Saya memahami bahwa Cities Changing Diabetes termasuk di dalamnya pemetaan dimana kita melakukan riset dan fakta atas diabetes di Jakarta. Selain itu, dilakukan pula aksi tindakan nyata dengan pemangku kepentingan terkait yang tidak hanya mengubah arah kebijakan kita, tetapi juga bagaimana gaya hidup masyarakat kita," kata Anies, Jumat (24/8/2018).

Federasi Diabetes Internasional memperkirakan bahwa sebanyak 10,3 juta orang menderita diabetes mellitus di Indonesia pada 2017. Sementara itu, dalam penelitian ini memprediksi jumlah penderita diabetes di Indonesia akan bertambah menjadi 16,7 juta orang pada 2045 nanti.

Menurut kajian ini penderita diabetes paling banyak disumbangkan dari daerah perkotaan, khususnya Jakarta.

Lebih lanjut, Anies mengatakan bahwa berdasarkan data dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, diabetes diabetes termasuk dari lima isu kesehatan teratas selain stroke dan gagal ginjal.

"Mari kita pastikan bahwa memorandum of understanding [MoU] ini tidak boleh menjadi MOU yang tidur. Ini harus menjadi MOU yang aktif. Oleh karena itu, sesudah ini, semua pihak yang terkait dengan urusan diabetes segera bertindak. Semoga upaya kita bersama akan membawa perubahan baru, sebuah gaya hidup baru bagi masyarakat Jakarta," ujarnya.

Seperti diketahui, sejak 2014, Novo Nordisk, Steno Diabetes Center Copenhagen, dan Universitas London College meluncurkan program Cities Changing Diabetes (CCD) untuk menggiatkan perjuangan global melawan diabetes di perkotaan.

Saat ini, program CCD sudah diinisiasi di sebanyak 16 kota di seluruh dunia dan Jakarta akan menjadi kota yang ke-17.

Program ini disusun untuk memahami faktor pendorong di balik meningkatnya diabetes di daerah perkotaan, berbagi pengetahuan terkait penyakit tersebut dan memberikan solusi nyata guna menekan pertumbuhan angka penderita diabetes.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
diabetes

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top