Beroperasi Desember, LRT DKI Targetkan Angkut 20.000 Penumpang/Hari

PT Jakarta Propertindo mempercepat penyelesaian infrastruktur kereta ringan (light rail transit/LRT) Jakarta.
Feni Freycinetia Fitriani | 30 Agustus 2018 12:00 WIB
Pekerja mempersiapkan gerbong Light Rail Transit (LRT) rute Kelapa Gading-Velodrome saat akan diuji coba di Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (14/6/2018). - ANTARA/Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA – PT Jakarta Propertindo mempercepat penyelesaian infrastruktur kereta ringan (light rail transit/LRT) Jakarta.

Direktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono mengatakan hal itu dilakukan agar dapat beroperasi pada Desember 2018.

"Target kami dapat mengangkut 10.000 penumpang pada pagi hari ketika awal beroperasi. Setelah itu muda-mudahan naik jadi 12.000-15.000 penumpang," katanya pada Kamis (30/8/2018).

Dia menuturkan target tersebut dapat tercapai lantaran nantinya LRT akan terintegrasi dengan Transjakarta Koridor 4 dengan rute Grogol-TU Gas.

Jakpro bahkan berencana membangun jembatan layang atau skybridge untuk menyambungkan dua moda transportasi tersebut. Dengan demikian, jumlah penumpang yang dapat diangkut pun menjadi lebih banyak.

"Jika integrasi antarmoda telah terlaksana, saya yakin LRT DKI dapat mengangkut hingga 20.000 penumpang setiap hari," jelasnya.

Adapun, satu rangkaian yang terdiri dari empat kereta dapat menampung maksimal 560 penumpang sekali jalan dengan rute Stasiun Velodrome menuju Mall Kelapa Gading.

LRT tersebut diproduksi oleh Hyundai Rotem, perusahaan Korea Selatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
LRT

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top