Transjakarta Nilai Realistis Target 750.000 Penumpang per Hari

PT Transjakarta menargetkan jumlah penumpang rata-rata dapat mencapai 800.000 orang per hari hingga akhir tahun.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 05 September 2018 17:40 WIB
Armada bus Transjakarta melintasi halte Harmoni Central Busway di Jakarta, Kamis (21/6/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Transjakarta menargetkan jumlah penumpang rata-rata dapat mencapai 800.000 orang per hari hingga akhir tahun.

Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono mengatakan bahwa jumlah ridership (keterangkutan) Transjakarta sempat mencapai 700.000 orang ketika Asian Games berlangsung. Kendati demikian, saat ini rata-rata keterangkutan Transjakarta sekitar 650.000--670.000 orang per hari.

"Jumlah penumpang yang tercatat selama Agustus sekitar 18,1 juta," kata Budi, Selasa (4/9/2018).

Menurutnya, jumlah ini meningkat pesat dibandingkan dengan periode kuartal pertama tahun ini yang berkisar 12 juta--14 juta penumpang. Dia menambahkan peningkatan penumpang ini karena kebijakan ganjil genap dan perhelatan Asian Games.

Menghitung dari peluang kebijakan ganjil genap hingga 13 Oktober nanti, Budi optimistis jumlah keterangkutan secara realistis rata-rata penumpang dapat mencapai 750.000 orang. "Kendati sebanyak 800.000 per hari masih berat, namun akan tetap diusahakan. Tapi sebanyak 750.000 penumpang itu realistik," sebutnya.

Dia menyambut positif data tersebut sebagai bukti bahwa sebagian warga Jakarta telah berpikiran untuk beralih ke angkutan umum. Dengan peralihan tersebut, Budi menilai dapat berdampak positif terhadap tingkat kemacetan di Ibu Kota. Selain itu, efek menggunakan transportasi umum berdampak pada perbaikan kualitas udara, peningkatan kecepatan kendaraan, dan waktu tempuh berkurang.

Sementara itu, terkait pemicu peningkatan jumlah keterangkutan Transjakarta, yakni kebijakan ganjil genap saat ini masih berstatus sementara. Namun, pemangku kepentingan sedang mempertimbangkan kebijakan ini menjadi permanen. Akan tetapi, pemangku kepentingan masih membutuhkan kajian lebih lengkap agar kebijakan ini tidak merugikan sebagian pihak.

Di kesempatan yang lain, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum berani mengambil keputusan untuk mempermanenkan status ganjil genap yang saat ini hanya berlaku hingga Asian Para Games selesai nanti. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan pemangku kepentingan lain masih butuh kajian yang lebih luas terkait efek yang ditimbulkan oleh ganjil genap.

Menurutnya, dengan mempermanenkan kebijakan ini maka harus mempertimbangkan reaksi dari masyarakat. Dia memperkirakan warga Jakarta akan mengambil keputusan untuk memiliki dua kendaraan dengan plat nomor ganjil dan genap bila kebijakan ini menjadi permanen.

"Dalam jangka panjang ternyata dampaknya beda, yang terjadi sebagian justru memiliki kendaraan tambahan. Jadi bukan mengurangi kemacetan tapi menambah jumlah kendaraan. Oleh karena itu kami akan kaji lebih jauh," kata Anies, Selasa (4/9/2018).

Menurutnya, kebijakan yang dibuat harus tidak memberikan efek terhadap sifat konsumtif masyarakat terhadap pembelian kendaraan pribadi. Akan tetapi, kebijakan ini harus mengubah perilaku warga Jakarta untuk menggunakan transportasi massal.

Lebih lanjut, Anies menjamin untuk ke depan kualitas transportasi akan terus meningkat. Dengan peningkatan pelayanan dan kualitas sarana dan prasarana tersebut yang bisa mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Tag : transjakarta
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top