Anggaran OK OCE Dicoret, Begini Komentar Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mengatakan anggaran untuk pelatihan dan uji kompetensi pendamping One Kecamatan One Center Entrepreneurship (OK OCE) dicoret Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta, tidak berpengaruh terhadap gerakan ini.
Newswire | 19 September 2018 15:26 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno melakukan salam dua jari dan oke oce di sela serah terima jabatan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (16/10). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mengatakan anggaran untuk pelatihan dan uji kompetensi pendamping One Kecamatan One Center Entrepreneurship (OK OCE) dicoret Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta, tidak berpengaruh terhadap gerakan ini.

"Tidak masalah ini adalah sebuah gerakan. Gerakan itu memang 'nature'-nya ada di rakyat oleh rakyat, negara fasilitator saja," kata Anies di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Rabu (19/9/2018).

Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta menolak usul anggaran Rp3,9 miliar untuk pelatihan dan uji kompetensi pendamping OK OCE.

Anggota Banggar dari Fraksi NasDem Bestari Barus menolak kegiatan itu, karena tidak ada dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2018.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah meminta kegiatan ini disetujui. Alasannya, OK OCE merupakan program unggulan Gubernur DKI Anies Baswedan.

Rencananya, Dinas Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) akan lakukan sertifikasi 1.000 pendamping lain tahun depan.

Beberapa gerakan OK OCE bermunculan seperti OK OCE Mart yang ada didirikan di Balaikota dan ini mempermudah pegawai negeri sipil (PNS) bila membutuhkan sesuatu seperti beras, daging beku, gula dan bawang.

Selain itu, OK OCE Mart menjual kebutuhan makanan dan minuman kemasan, deharganya dirasakan lebih murah dari penjual sekitar Balaikota.

Sumber : Antara

Tag : anies baswedan, sandiaga uno
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top