‘Selendang Saidah’ Calon Wakil Gubernur DKI

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, H. Ramly HI Muhammad mengatakan calon wakil gubernur (cawagub) yang dapat mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan harus memiliki moto "selendang Saidah".
Newswire | 28 September 2018 14:11 WIB
Kompleks Balaikota DKI Jakarta. - DKI Jakarta

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, H. Ramly HI Muhammad mengatakan calon wakil gubernur (cawagub) yang dapat mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan harus memiliki moto "selendang Saidah".

"Pak Anies memiliki motto "selendang Saidah" ketika ia melakukan kampanye di Bukit Duri, Jakarta Selatan. Salah seorang ibu menggendong cucunya dengan selendang dan memberikan selendang itu pada gubernur," ujarnya, di Jakarta, Jumat (28/9/2018).

Ramly melanjutkan Ibu bernama Saidah itu memberi selendang sebagai amanat untuk membuat keadilan di Jakarta.

 "Tugas Pak Anies berat yakni memberikan keadilan. Rakyat kalau sudah merasa adil maka tidak akan ada lagi permasalahan. Itu kuncinya," kata anggota DPRD dari Partai Golongan Karya (Golkar) ini.

 Bursa cawagub DKI diramaikan beberapa nama, salah satunya politisi Partai Gerindra Rahayu Saraswati yang merupakan keponakan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Ramly menilai nama-nama yang masuk ke bursa cawagub DKI kurang dikenal masyarakat, dan belum memiliki rekam jejak yang cukup bagus untuk menjadi wakil gubernur kelak.

Ditanya prosedur pencalonan wakil gubernur, DPRD menilai sudah sesuai dengan alur yang berlaku. Begitupun bakal cawagub yang pernah tersandung kasus pidana dan ingin ikut pencalonan, tergantung undang-undang.

"Saya ikut undang-undang, kalau aturan tidak bisa ya tidak bisa, begitu juga sebaliknya. Ini negara hukum," tukasnya.

Menurut Ramly, calon pendamping yang cocok untuk Anies selain memiliki moto yang sama, juga harus warga asli yang bermukim di sekitar daerah pemerintahan seperti Jakarta Pusat agar dapat dengan mudah berinteraksi dengan masyarakat dan melakukan pembangunan.

"Kalau warga asli, pasti sangat lekat dengan pembangunan di wilayah itu," ujar Ramly lagi.

 

Sumber : Antara

Tag : pemprov dki, partai golkar
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top