Syahwat Politik di Tengah Pencalonan Wagub DKI

Proses pencalonan Wakil Gubernur DKI Jakarta masih menjadi tarik ulur PKS dan Partai Gerindra, Lulung pandang hal tersebut sebagai syahwat politik.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 30 November 2018  |  12:11 WIB
Syahwat Politik di Tengah Pencalonan Wagub DKI
Abraham Lunggana - Antara
Bisnis.com, JAKARTA–Proses pencalonan Wakil Gubernur DKI Jakarta oleh dua partai pengusung yaitu PKS dan Partai Gerindra kembali menjadi bahan tarik ulur antara kedua partai.
 
Uji kelayakan dan kepatutan yang menjadi syarat dari Partai Gerindra pencalonan wakil gubernur tidak segera diselenggarakan, sedangkan PKS menganggap uji kelayakan dan kepatutan tersebut tidak penting dan mengklaim tidak sesuai dengan janji Partai Gerindra di awal.
 
Abraham Lunggana yang pada tahun 2016 memilih keluar dari PPP karena partainya mendukung Basuki Tjahaja Purnama menanggapi bahwa proses tarik ulur ini adalah bentuk dari syahwat politik. 
 
"Di politik itu ada syahwat politik. Syahwat mau menjadi pemimpin, syahwat mau menjadi apa saja. Namun, perlu kesadaran, masa kita biarkan Anies sendiri yang bekerja?" kata Abraham Lunggana atau Lulung pada Jumat (30/11/2018).
 
Menanggapi urgensi dari uji kelayakan dan kepatutan yang disyaratkan oleh Partai Gerindra, Lulung berpandangan syarat tersebut tidaklah terlalu penting.
"Sebenarnya penting tidak penting. Contoh saya, saya sekarang mengadakan konsolidasi di caleg-caleg saya. Saya tidak terlalu banyak bicara program karena sudah ada SKPD," kata Lulung.
 
Di lain pihak, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi komitmen dua calon wakil gubernur yang diusung oleh PKS yaitu Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto yang berkomitmen mengikuti visi gubernur.
"Mereka berkomitmen akan mengikuti visi gubernur dan akan berjalan sesuai arahan gubernur. Mendengar itu saya merasa senang karena yang dibutuhkan adalah komitmen itu," kata Anies pada Kamis (29/11/2018), yang mengaku baru bertemu dan mendengar komitmen kedua calon dalam talk show' Mata Majwa'.
 
Namun, Anies tidak ingin berkomentar lebih lanjut atas kedua calon wakil gubernur tersebut karena mereka masih diusung oleh satu partai.
"Mereka baru diusulkan oleh PKS. Kita tunggu saja sampai resmi baru saya komentari, saya tdk mau bilang srek dan tidak," kata Anies.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pks, wagub dki, haji lulung

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top