Sepanjang 2018, Transjakarta Angkut 189 Juta Penumpang

Pengguna angkutan berbasis bus di Jabotabek atau Transjakarta mengalami peningkatan selama periode 2018. Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono mengatakan pihaknya melayani total 189,7 juta penumpang.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 01 Januari 2019  |  14:16 WIB
Sepanjang 2018, Transjakarta Angkut 189 Juta Penumpang
Armada bus Transjakarta melintasi halte Harmoni Central Busway di Jakarta, Kamis (21/6/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Pengguna angkutan berbasis bus di Jabotabek atau Transjakarta mengalami peningkatan selama periode 2018.

Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono mengatakan pihaknya melayani total 189,7 juta penumpang pada tahun lalu.

"Realisasi tersebut naik 31% dibandingkan tahun sebelumnya yang mengangkut 144,72 juta penumpang," ujarnya, Selasa (1/1/2018).

Agung mengungkapkan pencapaian prestasi tersebut didukung dengan penambahan rute sebanyak 33 menjadi 155 di akhir 2018 dari yang sebelumnya hanya 122 layanan pada 2017.

Selain itu, program integrasi moda transportasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Jak Lingko, juga berhasil meningkatkan jumlah penumpang angkutan umum melalui integrasi.

Baik dari sisi manajemen, jaringan, dan standar pelayanan dengan merangkul para operator angkutan berbasis jalan yang bertrayek mulai dari bis besar, bis sedang hingga bis kecil.

Atas prestasi tersebut, Agung menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menjadi pelanggan Transjakarta. Dengan menggunakan angkutan umum membantu mengurangi kepadatan lalu lintas dan mengurangi emisi yang ditimbulkan dari kendaraan.

"Saya juga memberikan apresiasi kepada seluruh insan Transjakarta yang bekerja keras memberikan pelayanan terbaik bagi publik," jelas Agung.

Lebih lanjut, Agung memaparkan Transjakarta menargetkan pelanggan Transjakarta mencapai 231 juta dengan 236 rute yang dilayani pada 2019. Serta pengintegrasian layanan dengan sejumlah moda transportasi.

Seperti pembangunan fasilitas fisik interkoneksi antara halte Transjakarta dan stasiun moda raya terpadu (MRT) Jakarta yang diawali dengan halte Bunderan HI dan halte Tosari. Kemudian dilanjutkan dengan halte CSW Sisingamangaraja dan Lebak Bulus.

Transjakarta juga akan membangun konektivitas antara halte di Pemuda Rawamangun dengan Stasiun LRT Velodrome. Untuk itu, 2019 merupakan momen untuk merealisasikan Transportasi Jakarta terintegrasi dengan seluruh moda transportasi.

"Jembatan konektivitas di Rawamangun akan menjadi integrasi fisik antara Transjakarta dengan LRT Jakarta untuk tahap awal," imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan pihaknya sudah menetapkan target penumpang yang akan diangkut oleh kereta yang melayani rute fase I Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia.

"Targetnya 60.000 per hari. Itu untuk operasional awal. Nanti mulai naik menjadi 65.000 dan pelan-pelan jadi 135.000 per hari," kata William.

Berdasarkan survey penumpang (ridership survey) yang dilakukan MRT Jakarta, jumlah penumpang yang diperkirakan dapat diangkut mencapai 135.000 per hari. Hal itu dapat dilaksanakan dengan catatan variabel tingkat keinginan membayar (willingness to pay) masyarakat berkisar Rp8.500 per penumpang untuk setiap perjalanan 10 km dengan MRT Jakarta. 

Meski demikian, William optimistis target tersebut dapat tercapai. Karena itu, PT MRT Jakarta bersama Pemprov DKI terus mempromosikan MRT fase I kepada masyarakat Ibu Kota. 

"Yang terpenting saat ini agar masyarakat merawat dan memulai menggunakan itu. Kami sosialisasi habis-habisan di media massa. Kami ucapkan terima kasih juga kepada teman-teman membantu betul menuju [operasional] bulan Maret 2019," jelasnya. 

William mengungkapkan progres penyelesaian fase I saat ini sudah mencapai 98,1%. Pembangunan sarana dan prasarana sudah hampir selesai. PT MRT Jakarta tinggal menyelesaikan detail-detail pekerjaan atau finishing untuk interior dan eksterior stasiun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
transjakarta

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top