1.976 Ekor Sapi Bakalan Tiba di Tanjung Priok

Sebanyak 1.976 ekor sapi bakalan asal Australia tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Pengiriman Sapi ini adalah pengiriman tahap pertama, yang merupakan realisasi MOU antara PT Estika Tata Tiara, Tbk (KIBIF) dengan pihak pemasok sapi bakalan asal Australia, International Livestock Exports Pty Ltd beberapa waktu lalu itu dating pada Senin (2/2).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Februari 2019  |  19:24 WIB
1.976 Ekor Sapi Bakalan Tiba di Tanjung Priok
Ilustrasi - Bisnis Deliana Pradhita Sari

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak 1.976 ekor sapi bakalan asal Australia tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Pengiriman Sapi ini adalah pengiriman tahap pertama, yang merupakan realisasi MOU antara PT Estika Tata Tiara, Tbk (KIBIF) dengan pihak pemasok sapi bakalan asal Australia, International Livestock Exports Pty Ltd beberapa waktu lalu itu dating pada Senin (2/2).  

Melalui kerja sama tersebut, KIBIF akan memasok 20.000 ekor sapi jenis bakalan ke pasar Indonesia sepanjang 2019.  

“Kami datangkan Sapi Bakalan dari Australia dengan menggunakan kapal khusus ternak MV. Gudali Express. Tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, sapi kami angkut menggunakan truk khusus ternak menuju peternakan KIBIF yang berlokasi di Subang, Jawa Barat,” kata Direktur Operasional KIBIF, Maulana Malik Joesoef. 

Direktur Pemasaran KIBIF Grace Adoe menjelaskan bahwa keputusan KIBIF untuk mendatangkan 20.000 ekor sapi bakalan ke Indonesia adalah untuk memenuhi kebutuhan daging sapi dalam negeri sepanjang tahun 2019. 

Menurut Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia, produksi daging sapi dalam negeri 2019 adalah 429.412 ton. Hal ini berbanding terbalik dengan total kebutuhan daging sapi nasional, yang disepakati sebesar 2,56 kg per tahun, menurut data BPS (Badan Pusat Statistik). 

Mengacu pada angka tersebut, maka total kebutuhan daging sapi nasional pada 2019 adalah sebesar 686.270 ton. Sehingga terdapat defisit sebesar 256.860 ton, yang rencananya akan ditanggulangi melalui import daging sapi, terdiri dari sapi bakalan dan daging beku. 

“KIBIF menyadari kecenderungan peningkatan kebutuhan daging sapi dalam negeri pada tahun 2019, terlebih jelang Pemilihan Umum (Pemilu), serta Hari Raya seperti Idulfitri dan Iduladha. Sehingga kami bergerak cepat untuk memenuhi kebutuhan daging sapi nasional,” ungkap Grace.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
daging sapi

Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top