Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kontroversi Formula E Jakarta: Konvoi Dibatalkan, Disponsori Merek Bir

Penyelengaraan Formula E Jakarta penuh kontroversi, ketidaksiapan penyelenggara dinilai sebagai salah satu pemicunya.
Foto udara lintasan Sirkuit Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) yang telah diaspal di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Rabu(13/4/2022)./Antara
Foto udara lintasan Sirkuit Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) yang telah diaspal di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Rabu(13/4/2022)./Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Penyelenggaraan Formula E Jakarta tinggal menghitung hari. Namun, kesiapan sirkuit hingga sponsor lokal (selain yang di bawah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta) tampaknya belum sepenuhnya siap.

Kabar paling anyar, Panitia penyelenggara Formula E Jakarta 2022 malah membatalkan konvoi pembalap mobil listrik di Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat karena terkendala aturan teknis Formula E Operation (FEO).

Sayangnya, penyelenggara tidak membeberkan lebih jauh, kendala teknis apa yang membatalkan kegiatan konvoi tersebut.

Padahal, lazimnya sebuah balapan, apalagi ajang Formula E Jakarta baru pertama kali digelar di Indonesia, konvoi merupakan salah satu ajang promosi balapan yang paling optimal.

Setidaknya, warga DKI Jakarta yang mayoritas bekerja di sektor informal tersebut bisa ikut merasakan gegap gempita dan bisa melihat sosok pebalap Formula E tersebut.

Sementara soal sponsor, sampai saat ini belum ada satupun sponsor lokal yang mau mendukung suksesnya ajang balap mobil listrik tersebut. 

Hanya ada satu perusahaan yang menjadi sponsor yakni PT Jakarta Propertindo, itupun BUMD DKI Jakarta dan merupakan pengembang proyek Formula E.

Menariknya, di tengah polemik sponsor tersebut, terselip satu merek perusahaan bir yang menjadi pendukung acara Formula E.

Keberadaaan merek perusahaan bir menarik untuk dicermati, karena terlepas dari penyelenggaran Formula E, Pemprov DKI Jakarta sendiri akan menjual saham perusahaan bir.

Alasan kesehatan dan finansial konon menjadi pemicu rencana penjualan saham bir tersebut. Selain itu, penjualan saham bir juga telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) 2017-2022.

Namun setelah melalui perencanaan jangka panjang, kini justru perusahaan bir menjadi sponsor salah satu ajang balap yang menjadi andalan Gubernur Anies Baswedan. Tentu ini menjadi kontroversi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Edi Suwiknyo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper