Tahukah Anda Nama Palmerah di Jakarta Barat?

Palmerah adalah nama tempat yang merupakan kecamatan di Jakarta Barat. Nama Palmerah dikenal karena pasar tradisionalnya, Pasar Palmerah, yang sejak lama menjadi tempat berdagang sayuran dan buah-buahan serta pasar swalayan.
Nurudin Abdullah | 06 Januari 2015 23:10 WIB
Pasar sayur mayur. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Palmerah adalah nama tempat yang merupakan kecamatan di Jakarta Barat.

Nama Palmerah dikenal karena pasar tradisionalnya, Pasar Palmerah, yang sejak lama menjadi tempat berdagang sayuran dan buah-buahan serta pasar swalayan.

Tempat itu juga dikenal secara luas karena di tempat tersebut menjadi pusat perkantoran Kelompok Kompas Gramadia, yang menerbitkan surat kabar, majalah dan buku-buku.

Di daerah yang juga terkenal dengan stasiun kereta api Palmerah itu termasuk cukup padat dengan permukiman penduduk.

Palmerah cukup strategis sebagai tempat berbisnis, karena lokasinya tidak jauh dari kawasan-kawasan penting di Ibu Kota, seperti Slipi, gedung Jakarta Desain Center, komplek Olahraga Senayan, dan Gedung MPR/DPR.

Mengapa diberi nama Plamerah?  Zaenuddin HM, menjelaskan dalam bukunya berjudul 212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe, yang diterbitkan Ufuk Press pada Oktober 2012, setebal 377 halaman.

Dijelaskan, bahwa asal usul namanya berasal dari kata Pal yang artinya batas atau patok, yang berwarna merah.

Menurut sejarah, pada masa lalu patok berwaran merah itu dijadikan batas wilayah kota Batavia ke arah Bogor. Dahulu jika gubernur Belanda hendak ke Istana Bogor, maka pasti melewati jalur berpatok merah tersebut.

Bersama rombongan mereka, biasanya naik kereta kuda menuju Bogor dan mengistirahatkan kuda-kudanya di lokasi yang tidak jauh dari situ, yakni Pos Pengumben.

Lama-lama patok merah tersebut menjadi penanda kawasan Palmerah dan dikenal masyarakat dengan sebutan Palmerah. Namun, patok merahnya sekarang sudah tidak ada lagi dan yang ada hanyalah tingkal patok berwarna hitam-pitih-kuning, di pinggir jalan raya.

Terutama tempat tinggalnya kecil, mendapat dekat rel dan stasiun kereta api.

 

Tag : Jakarta, sejarah
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top