Pemprov DKI Imbau Warga Tak Gunakan Kresek Hitam untuk Daging Kurban

Pemprov DKI menghimbau warga tidak menggunakan kantong plastik atau kresek berwarna hitam untuk membungkus daging kurban pada saat Iduladha nanti.
Feni Freycinetia Fitriani | 30 Agustus 2017 23:33 WIB
Penjual dan pembeli melakukan aktivitas di Pasar Hewan - ANTARA/Yusuf Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA--Pemprov DKI menghimbau warga tidak menggunakan kantong plastik atau kresek berwarna hitam untuk membungkus daging kurban pada saat Iduladha nanti.

"Hasil penelitian IPB menyebutkan kantong kresek hitam mengandung zat karsinogen yang berpotensi menyebabkan kanker. Bisa berbahaya jika digunakan untuk membungkus daging kurban," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Aji, Rabu (30/8/2017).

Dia khawatir potongan daging sapi atau kambing untuk kurban dapat terkontaminasi zat berbahaya yang terkadung di kresek hitam tersebut.

Untuk itu, Isnawa meminta warga Ibu Kota untuk menggunakan jenis plastik lain yang lebih ramah lingkungan.

"Saat ini ada kantong plastik yang terbuat dari tepung tapioka. Bukan cuma aman, tetapi bisa hancur dalam jangka waktu enam bulan," katanya.

Meski demikian, dia tak menampik bahwa harga kantong plastik ramah lingkungan itu memang lebih mahal dibanding kresek hitam yang dijual di pasar. Untuk langkah awal, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta sudah menawarkan plastik jenis ini kepada Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian.

"Harganya memang sedikit mahal tetapi gak apa-apa dibanding nanti orang kena kanker. Mudah-mudahan warga dan panitia masjid yang akan melakukan pemotongan hewan kurban saat Idul Adha nanti dapat memperhatikan hal ini," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hewan kurban

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top