Komputer Kurang, Kota Bekasi Pinjam Komputer untuk UNBK SMP

Pemerintah Kota Bekasi ternyata tak memiliki perangkat komputer yang cukup untuk melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang sedianya digelar pada 29 April 2018.
JIBI | 08 April 2018 21:09 WIB
Siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah Kota Bekasi ternyata tak memiliki perangkat komputer yang cukup untuk melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang sedianya digelar pada 29 April 2018.

"Kami akan pinjam komputer," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah, seperti dilansir dari Tempo.co, Minggu (8/4/2018).

Menurut dia, pemerintah sebenarnya sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp34 miliar untuk membeli komputer. Namun, anggaran itu belum terserap bagian perlengkapan.

"Terakhir ada masalah spesifikasi, sehingga harus berkonsultasi dengan kementerian [terkait]," terang Inayatullah.

Kota Bekasi menargetkan UNBK 100% untuk SMP negeri dan 75% untuk SMP swasta pada tahun ini. Agar target dapat terealisasi, Dinas Pendidikan Kota Bekasi berencana meminjam komputer dari sekolah menengah negeri dan swasta. Selain itu, diupayakan juga pinjaman dari orang tua siswa.

Berdasarkan hasil pemetaan, sebut Inayatullah, saat ini ada 15 sekolah negeri yang bisa mandiri melaksanakan UNBK berkat pinjaman dari orang tua murid.

"Ada kesepakatan dengan komite, kami bertanggung jawab dengan komputer pinjaman," tuturnya.

Inayatullah mengatakan peminjaman komputer ke sekolah lain bukan berarti sekolah penyelenggara mengambil komputer dari sekolah yang dipinjam. Namun, peserta menumpang ujian di sekolah yang dipinjam komputernya.

Adapun jumlah sekolah negeri yang belum bisa mandiri berjumlah 28 sekolah.

Sekretaris Komisi 4 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi Daddy Kusradi menyatakan komisinya akan segera memanggil Dinas Pendidikan dan bagian perlengkapan di Sekretariat Daerah menyusul belum terealisasinya pengadaan komputer untuk UNBK. Dia mengklaim komisinya telah memperjuangkan anggaran puluhan miliar rupiah di Badan Anggaran DPRD untuk membeli komputer.

Namun, ketika anggaran sudah tersedia sejak APBD diketuk akhir 2017, instansi yang ditunjuk mengadakan komputer belum juga merealisasikannya.

"Dinas terkait harus dievaluasi, kenapa belum ada pengadaan sampai hari ini," tegas Daddy.

Daddy menyampaikan peminjaman komputer ke SMA/SMK negeri maupun swasta termasuk kepada orang tua murid merupakan alternatif terakhir. Karena itu, lembaganya tidak mempermasalahkan hal ini sebab Kota Bekasi harus melaksanakan UNBK.

"Pengadaan komputer agar peserta tidak tercecer, bisa melaksanakan di sekolah sendiri," ucapnya.

Sumber : Tempo.co

Tag : ujian nasional
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top