LRT Jakarta Kantongi Izin Operasi Terbatas

Dinas Perhubungan DKI Jakarta akhirnya menerbitkan surat prinsip pelaksanaan uji operasi terbatas kereta ringan (light rail transit/LRT) Jakarta.
Feni Freycinetia Fitriani | 05 September 2018 20:53 WIB
LRT - JIBI/Arif Budisusilo

Bisnis.com, JAKARTA--Dinas Perhubungan DKI Jakarta akhirnya menerbitkan surat prinsip pelaksanaan uji operasi terbatas kereta ringan (light rail transit/LRT) Jakarta.


Direktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono mengatakan surat tersebut ditujukan Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai operator LRT Jakarta Fase I Velodrome-Depo Pegangsaan.


"Surat izin operasi LRT secara terbatas diterbitkan Dishubtrans DKI pada Selasa [4/9]," ujarnya seperti dikutip dalam siaran pers, Rabu (5/9/2018).

Dia menuturkan penerbitan surat berdasarkan empat surat rekomendasi Dirjen Perkeretaapian Kemenhub. Pertama, rekomendasi keselamatan untuk pelaksanaan uji operasi LRT Jakarta tanggal 28 Agustus.

Kedua, rekomendasi teknis uji coba pengoperasian prasarana perkeretaapian fasilitas LRT Jakarta antara Stasiun Velodrome – Stasiun Kelapa Gading Mall tanggal 21 Agustus.

Ketiga, rekomendasi teknis prasarana perkeretaapian jalur ganda layang (elevated) dan bangunan LRT Jakarta antara Stasiun
Velodrome – Stasiun Kelapa Gading Mall tanggal 21 Agustus.

Terakhir, sertifikat uji pertama Kemenhub RI sebanyak delapak sertifikat.

“Kami diberikan ketentuan-ketentuan terkait uji operasi terbatas, total 22 poin dan 10 sub poin khusus yang mengatur SOP [standard operation procedure],” jelasnya.

Dia menuturkan ketentuan tersebut berisi tentang waktu uji operasi terbatas antara pukul 14.00-17.00WIB per hari, lintas uji operasi terbatas sepanjang 4 km dari Stasiun Boulevard Utara ke Stasiun Velodrome dan sebaliknya.

Surat izin operasi terbatas Dishubtrans DKI juga mengatur kelengkapan marka kilometer sepanjang lintasan.

Adapun kecepatan operasi sarana maksimum 40 km/jam dengan jadwal  pemberangkatan setiap 20 menit. Izin sarana beroperasi hanya untuk 1 (satu) sarana pada satu petak/blok.

Allan mengatakan pelaksanaan uji operasi ini merupakan amanat pada Pergub 154/2017. Pasal 12 ayat 1 yang menyebutkan bahwa PT Jakarta Propertindo harus melaksanakan uji coba pengoperasian prasarana LRT Jakarta.


Pada Surat Prinsip tersebut, pelaksanaan uji operasi terbatas LRT Jakarta diberikan rentang waktu sampai tanggal 20 September. Namun berdasarkan
pertimbangan dengan para mitra kerja, uji coba operasi akan diakhiri pada tanggal 14 September.

“Pasca pelaksanaan uji coba operasi terbatas, kami fokus pada proses evaluasi dan penyelesaian pekerjaan bersama para kontraktor,” ucapnya.

Semua pekerjaan konstruksi di setiap stasiun layang LRT Jakarta dan proses administrasi diharapkan tuntas akhir tahun ini. Jakpro juga menargetkan LRT dapat mengangkut penumpang secara resmi pada Desember 2018

Allan memprediksi dapat mengangkut 10.000 penumpang pada pagi hari ketika awal beroperasi. Dengan adanya intergrasi dengan Transjakarta, penumpang diperkirakan makin meningkat.

Adapun, satu rangkaian yang terdiri dari empat kereta dapat menampung maksimal 560 penumpang sekali jalan dengan rute Stasiun Velodrome menuju Mall Kelapa Gading.


"Jika integrasi antarmoda telah terlaksana, saya yakin LRT DKI dapat mengangkut hingga 20.000 penumpang setiap hari," jelasnya.

Tag : jakpro, LRT
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top