Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemprov DKI Bersurat Dengan Kemensetneg Untuk Percepat Groundbreaking MRT Fase 2

Pemprov DKI Jakarta telah bersurat dengan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) agar proyek MRT fase 2 Bundaran HI-Kota bisa segera dilaksanakan.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 31 Januari 2019  |  16:16 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta  - JIBI/Nurul Hidayat
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA–Pemprov DKI Jakarta telah bersurat dengan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) agar proyek MRT fase 2 Bundaran HI-Kota bisa segera dilaksanakan.

Seperti diketahui, groundbreaking MRR fase 2 pada awalnya direncanakan akan dilaksanakan pada Januari 2019. Namun, groundbreaking tersebut terhambat karena Pemprov DKI Jakarta belum mendapatkan persetujuan dari Kemensetneg.

Hal ini karena jalur MRT fase 2 melewati Kawasan Medan Merdeka yang berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No.25/1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka harus melalui persetujuan dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).

Hal ini karena Kawasan Medan Merdeka merupakan kawasan yang berdampingan dengan objek vital nasional seperti Istana Kepresidenan dan Gedung Bank Indonesia.

Gubernur DKI Jakarta pun memastikan bahwa pembangunan MRT fase 2 di Kawasan Medan Merdeka terjamin keamanannya karena PT MRT Jakarta telah menandatangani MoU dengan kepolisian dan Kodam Jaya/Jayakarta.

Pengamanan MRT Jakarta meliputi Area Depo Lebak Bulus, Gardu Listrik (Receiving Sub-station) Taman Sambas Blok M, area transisi jalur layang ke jalur bawah tanah, 13 stasiun MRT Jakarta Fase I, Suar Penyejuk (cooling tower), dan Suar Ventilasi (ventilation tower).

MRT Jakarta dan Kodam Jaya juga berkomitmen menyusun skema kerja sama yang akan dilaksanakan ke depannya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun mengatakan lokasi MRT yang berdekatan dengan objek vital nasional merupakan hal yang biasa di ibu kota negara-negara lain sehingga hal tersebut bukan hambatan untuk melaksanakan proyek MRT di sisi barat Monas.

"Saat ini kita masih menunggu jawaban dari Kemensetneg," imbuh Anies, Kamis (31/1/2019).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mrt
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top