Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan menggunakan pakaian dinas upacara (PDU) melakukan sesi pemotretan di Jakarta, Kamis (12/10/2017). - ANTARA FOTO/Dedy Wijaya
Lihat Foto
Premium

Mencari Pendamping Anies di Ibu Kota

Sudah 17 bulan kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta tak bertuan, kini perkembangan baru datang. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menerima dua nama yang diusulkan menjadi pendampingnya.
Aziz Rahardyan & Feni Freycinetia F.
Aziz Rahardyan & Feni Freycinetia F. - Bisnis.com
23 Januari 2020 | 08:11 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Tujuh bulan lagi genap 2 tahun kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong, usai ditinggalkan Sandiaga S. Uno. Namun, kabar baik mungkin akan segera datang karena selangkah lagi, Anies Baswedan tak lagi sendiri mengurus ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menerima secara langsung surat yang berisi usulan nama Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Provinsi DKI Jakarta, yakni Nurmansjah Lubis dari Partai Keadilan Sosial (PKS) dan Ahmad Riza Patria dari Partai Gerindra.

Surat tersebut diberikan oleh Ketua DPD DKI Jakarta Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M. Taufik serta Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Mohammad Arifin di Ruang Tamu Gubernur, Selasa (21/1/2020).

“Pimpinan fraksi Gerindra dan pimpinan fraksi PKS menyampaikan dua nama yang menjadi usulan untuk menjadi calon Wagub DKI Jakarta. Tadi sudah kami terima dan insyaallah akan kami proses,” ujar Anies di Balai Kota DKI.

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik (kiri) bersama Waketum DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad (kanan) memberikan keterangan pers tentang nama calon Wakil Gubernur (cawagub) DKI Jakarta di Kantor Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Senin (20/1/2020)./ANTARA FOTO-Aprillio Akbar

Dia berharap agar surat usulan Cawagub DKI, yang akan diteruskan langsung ke DPRD DKI Jakarta, dapat segera diproses. Menurut Anies, dua partai pengusung memang akan lebih dulu mengusulkan nama tersebut kepada gubernur sebelum diteruskan ke pimpinan DPRD DKI.

Terkait dengan rekam jejak kedua kandidat, dia menyerahkan seluruh prosesnya kepada DPRD DKI Jakarta. DPRD diyakini bakal memilih calon yang sesuai sehingga akan membantu mewujudkan program-program prioritas yang dapat dirasakan langsung warga Jakarta.

“Saya percaya partai pengusung sudah mempertimbangkan semua faktor. Tanggung jawab di Jakarta tidak kecil dan kita juga tahu ada janji politik dari kampanye hingga RPJMD [Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah]. Dan saya percaya kedua pribadi yang diusulkan ini pasti sudah mempelajari, memahami, dan siap untuk melaksanakan itu semua,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta M. Taufik optimistis warga Jakarta akan memiliki Wagub dalam waktu dekat.

“Alhamdulilah diterima oleh Pak Gubernur dan insyaallah saya kira warga Jakarta akan mempunyai Wagub dalam waktu dekat. Kami akan proses di DPRD setelah kami terima surat dari Pak Gubernur,” jelasnya.

Sejalan dengan Taufik, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Mohammad Arifin juga mengatakan dua calon tersebut akan bersinergi dengan program-program prioritas Anies ke depannya.

“Kami minta supaya ini cepat diproses, sehingga dalam waktu dekat Jakarta memiliki wakil gubernur yang sinergi dengan Pak Anies membangun Jakarta, maju kotanya bahagia warganya,” imbuhnya.

Metode Pemilihan
Terkait teknis metode pemilihan, PKS mengusulkan dilakukan voting terbuka demi transparansi. Pasalnya, akan terlihat siapa memilih siapa dari kedua calon yang diajukan.

Ketua Ketua Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) PKS DKI Jakarta Sakhir Purnomo mengaku pihaknya sudah mencoba mengusulkan hal ini ke fraksi untuk disuarakan di DPRD.

“Karena menurut kami jadi fair. Kalau Pak Nurmansjah Lubis yang dipilih mayoritas anggota DPRD, ya alhamdulillah. Tapi kalau ternyata Pak Ahmad Riza Patria yang tidak terpilih, ya alhamdulillah juga,” jelasnya sembari berkelakar.

Intinya, sambung Sakhir, PKS mendukung segala upaya percepatan keterpilihan wagub pengganti Sandiaga.

“Yang kasihan kan warga Jakarta. Bahasanya gini, win-win solution. Kalau kami ngotot terus [wagub jatah PKS], enggak jadi-jadi,” tambahnya.

PKS diklaim optimistis wakilnya, yang akrab disapa Bang Ancah, bakal terpilih. Namun, PKS menyatakan tetap siap dengan apapun hasilnya nanti selama proses pemilihan berjalan sesuai koridor hukum, aturan, dan berprinsip fairplay.

“Kali ini tidak usah pakai fit and proper test. Padahal, yang dulu saja sudah fit and proper test, tapi enggak selesai-selesai juga,” tutur Sakhir.

Senada dengan itu, Ketua Fraksi PSI Idris Ahmad sebelumnya menilai pemilihan cawagub DKI tidak cukup tanpa adanya fit and proper test secara terbuka ke publik.

“Memang adalah hak Gerindra dan PKS untuk mengusulkan nama calon Wakil Gubernur DKI, tapi seharusnya prosesnya juga terbuka,” terangnya dalam keterangan resmi, Senin (20/1).

Idris berpendapat publik berhak tahu kualitas cawagub yang diusulkan. Fit and proper test secara terbuka menjadi cara yang masuk akal untuk menilai siapa yang layak menjadi wagub sebelum voting dimulai.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) berpelukan dengan Sandiaga Uno (kiri) usai pengunduran diri Sandiaga sebagai Wagub DKI Jakarta di Balai Kota, Jakarta, Jumat (10/8/2018)./ANTARA FOTO-Galih Pradipta

“Demi kualitas proses pemilihan wagub, kami usulkan ada semacam public hearing secara live, di mana para kandidat menjelaskan latar belakang, visinya, dan juga menjawab pertanyaan dari masyarakat,” paparnya.

Gerindra juga menekankan pentingnya percepatan proses pemilihan, mengingat kekosongan kursi wagub sudah terlalu lama.

Seperti diketahui, sejak Sandiaga mundur dari posisi Wagub DKI Jakarta untuk berpasangan dengan Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 pada 27 Agustus 2018, Anies bekerja sendirian mengelola Jakarta.

Sebelum Nurmansjah Lubis dan Ahmad Riza Patria diajukan, sempat ada beberapa nama lain yang diusulkan mengisi posisi tersebut, di antaranya Agung Yulianto dan Ahmad Syaiku. Keduanya berasal dari PKS, di mana Agung merupakan Sekretaris DPW PKS DKI sedangkan Syaikhu mantan Wakil Wali Kota Bekasi yang kini menjadi anggota DPR RI.

Namun, pembahasan nama Agung dan Syaikhu mandek di DPRD DKI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anies baswedan Premium Content wagub dki
Penulis : Aziz Rahardyan & Feni Freycinetia F. - Bisnis.com
Editor : Annisa Margrit

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top