Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kabupaten Tangerang Maksimalkan Peran Kawasan Penyangga

Kabupaten Tangerang terus mengoptimalkan peran kawasan tersebut sebagai penyangga ibu kota DKI Jakarta, salah satunya dengan memaksimalkan rencana tata ruang wilayah (RTRW).
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 10 Februari 2016  |  17:49 WIB
Foto ilustrasi perumahan -  Bisnis/Rahman
Foto ilustrasi perumahan - Bisnis/Rahman

Bisnis.com, TANGERANG - Kabupaten Tangerang terus mengoptimalkan perannya sebagai penyangga ibu kota DKI Jakarta, salah satunya dengan memaksimalkan rencana tata ruang wilayah (RTRW).

Pasalnya, dengan berkembangnya potensi Kabupaten Tangerang sebagai kawasan industri dan pemukiman, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar berpendapat hal tersebut akan mendatangkan kebutuhan tenaga kerja baru.

“Perlu ada penataan, misalkan zonasi industri, pertanian, atau permukiman. Kawasan ini memiliki potensi signifikan untuk tumbuh lebih pesat karena adanya infrastruktur dan lokasi yang berdekatan dengan Jakarta dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” katanya kepada Bisnis, Rabu (10/2/2016).

Dari segi harga tanah, sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang juga relatif lebih murah dibanding Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Tak berlebihan jika Kabupaten Tangerang merupakan salah satu kawasan di Provinsi Banten yang dipilih sebagai lokasi penetapan program sejuta rumah oleh pemerintah.

Sejumlah pengembang nasional, mulai dari PT Alam Sutera Realty Tbk., Sinar Mas Land, Paramount Land, dan PT Ciputra Residence mulai memperluas ekspansi bisnisnya ke Kabupaten Tangerang.

“Seiring dengan bertumbuhnya perekonomian di Kabupaten Tangerang, kami akan terus memaksimalkan pembangunan infrastruktur untuk mendukung iklim investasi,” ucapnya.

Sementara itu, Persatuan Perusahaan Realestate Indonesia Provinsi Banten membidik pembangunan rumah bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) naik 52% menjadi 8.000 unit pada tahun ini.

Adapun, REI mampu merealisasikan pembangunan rumah bersubsidi dengan skema fasilitas likuditas pembiayaan perumahan (FLPP) pada tahun lalu mencapai 5.262 unit dengan nilai pembiayaan Rp411,1 miliar.

“Target berpeluang bertambah karena pengembang mulai membidik kawasan baru untuk mengembangkan bisnisnya. Dengan perlambatan ekonomi saat ini, praktis permintaan rumah murah akan meningkat,’ kata Ketua DPD REI Banten Soelaeman Soemawinata.

Hingga saat ini, sebaran rumah murah masih berpusat di Kota Serang, Maja, Kabupaten Tangerang, dan Lebak. Tetapi, dengan berkembangnya pusat industri dan pemerintahan, dirinya meyakini hal tersebut akan berdampak positif terhadap meningkatnya permintaan rumah murah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabupaten tangerang
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top