Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gubernur DKI Akan Hapus Pajak Bangunan 100 Meter Persegi

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan mengubah aturan pembebasan pajak bumi dan bangnan pedesan dan perkotaan (PBB-P2) dengan nilai jual pajak di bawah Rp1 miliar.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 11 Februari 2016  |  02:40 WIB
Gubernur DKI Akan Hapus Pajak Bangunan 100 Meter Persegi
Foto ilustrasi perumahan. - Bisnis Rahman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan mengubah aturan pembebasan pajak bumi dan bangnan pedesan dan perkotaan (PBB-P2) dengan nilai jual pajak di bawah Rp1 miliar.

Pembebasan PBB juga diberlakukan bagi rumah dan tanah warga Jakarta yang luasnya 100 meter persegi, khususnya di daerah perkampungan.

Ahok sapaan akrab Basuki menganggap aturan tersebut dapat memberikan kemudahan bagi warga Jakarta. Apalagi harga lahan Jakarta sangat mahal. Awalnya perhitungan pajak berdasarkan NJOP, kini akan dihitung berdasarkan luas.

Bagi wajib pajak yang memiliki rumah atau lahan di kawasan perumahan, aturan itu tidak berlaku.

"Kami mau rubah. Rumah yang 100 meter persegi, tidak perlu bayar pajak yang di kampung-kampung. Kalau komplek perumahan tetap bayar," Kata Ahok saat memberikan sambutan pada peresmian RPTRA di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (10/2/2016).

Ahok menjanjikan memberikan kemudahan lain seperti mengurus sertifikat lahan. Pihaknya mengatakan untuk mengurus lahan tidak harus di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Saya sudah bicarakan dengan Presiden supaya bisa segera diproses di Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP)," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pajak pajak bumi dan bangunan
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top