Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jakarta Utara Banjir, Ahok Katai Wali Kota Bermain Politik

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan wilayah Jakarta Utara tergenang karena pompa mati bukanlah kali pertama terjadi.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 25 April 2016  |  11:40 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. - Antara
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan wilayah Jakarta Utara tergenang karena pompa mati bukanlah kali pertama terjadi. Sebelumnya, Kepala Daerah yang kerap disapa Ahok tersebut kerap menegur Walikota Jakarta Utara, Rustam Effendi sebelum kejadian tersebut.

"Saya sudah panggil dia berkali-kali, makanya dia sekarang sudah pakai perasaan, tahu enggak," ujar Ahok di Lapangan IRTI Monas, Senin (25/4/2016).

Kejadian banjir yang pertama kali yakni ketika Kawasan Berikat Nusantara (KBN) tergenang. Menurut Ahok hal tersebut terjadi lantaran ada yang sengaja menyumbat. Namun saat berkonfirmasi dengan Rustam, justru penyebab banjir karena laut pasang. Karena hal tersebut, Ahok menuding Rustam telah berpolitik.

"Tetapi, dia bilang laut pasang, enggak turun. Saya panggil dia, saya bilang, 'hei kamu jangan terlalu banyak 'main-main' politik loh'," ujar Ahok.

Selain itu, sebelum penertiban Kalijodo, Rustam sempat menolak untuk menurunkan SP 1 kepada warga dengan alasan akan memberikan surat sosialisasi kepada warga. Namun menurut Ahok tidak ada surat sosialisasi dalam proses pembongkaran.

"Pasar Ikan juga, dia ngotot enggak mau bongkar, dia bilang ada sertifikat. Saya panggil juga kumpul sama lurah, camat PD Pasar Jaya, orang aset Pasar Jaya kok. Pasar Jaya kiosnya dibuat rumah, ya jelas dong kita beresin.Dia juga enggak mau bergerak," ujar Ahok.

Baru-baru ini, pada saat rapat penanganan banjir, Rustam mengatakan rob naik sehingga pompa menjadi tidak berfungsi. Namun, Ahok tak mempercayai aasan tersebut, hingga dia sampai harus meninjau langsung dan bertanya kepada penjaga pintu air untuk memastikan bahwa air laut sudah masuk. Ternyata, air laut masih jauh.

"Kamu tahu enggak kenapa enggak bisabohongin saya soal rob? Saya tiap pagi lihat dari jendela rumah saya, saya langsung lihat laut naik berapa tinggi," kata Ahok.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jakarta banjir
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top