Gubernur DKI Diminta Terus Koordinasi Tata Tanah Abang

Fraksi PDI Perjuangan menilai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tak bisa berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait proyek penataan pedagang kaki lima (PKL) di Tanah Abang.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 23 Februari 2018  |  14:35 WIB
Gubernur DKI Diminta Terus Koordinasi Tata Tanah Abang
Mobil angkutan umum diparkir menutup jalan Jatibaru, Tanah Abang, sebagai bentuk protes terkait kebijakan Pemprov DKI yang menutup jalan untuk kendaraan di depan Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Senin (29/1). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA--Fraksi PDI Perjuangan minta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait proyek penataan pedagang kaki lima (PKL) di Tanah Abang.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Gembong Warsono mengatakan hal itu terkait rekomendasi dari Korlatas Polda Metro Jaya Halim Pagara agar Jalan Jatibaru dibuka kembali untuk kendaraan dan adanya laporan Cyber Indonesia terkait kebijakan tersebut.

"Ini artinya perencanaan itu tidak dilakukan atas koordinasi dengan stakeholder lain. Makanya selalu saya katakan ini kan kebijakan yang sepihak, one man show," katanya di DPRD DKI, Jumat (23/2/2018).

Dia menilai Anies sebelumya sudah berjanji akan mengajak berbagai pihak dan melibatkan semua stakeholder bersama-sama menata Jakarta menjadi kota yang lebih baik.

Namun, langkah itu tidak terlihat dari kebijakan yang dilaksanakan di Tanah Abang. Karena itu, dia minta Anies agar menjalankan rekomendasi dari Polda Metro Jaya.

"Dengan banyaknya permintaan, bahkan pelaporan Anies ke Polda Metro Jaya harusnya dia evaluasi kebijakan tersebut," imbuhnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian, menuturkan pelaporan itu berkaitan dengan dugaan tindak pidana penutupan Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pelaporan ke polisi, menurut dia, lantaran Pemprov DKI Jakarta dianggapnya belum memiliki payung hukum dalam penerapannya, tapi sudah menutup Jalan Jatibaru Raya sejak 22 Desember 2017.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tanah abang

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top