Hore, LRT di Stasiun Veldrome Rawamangun Beroperasi Awal 2019

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan Light Rail Transit (LRT) di Stasiun Velodrome Rawamangun rencananya akan dioperasikan awal 2019.
Newswire | 12 September 2018 22:52 WIB
Pekerja beraktivitas di dalam gerbong Light Rail Transit (LRT) rute Kelapa Gading-Velodrome saat akan diuji coba di Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (14/6/2018). - ANTARA/Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA -  Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan Light Rail Transit (LRT) di Stasiun Velodrome Rawamangun rencananya akan dioperasikan awal  2019.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jakarta saat melakukan uji coba operasi terbatas LRT di Stasiun Velodrome Rawamangun, Jakarta, Rabu (12/9/2018).

"Barusan tadi kita mencoba LRT Jakarta, dan berharap nanti seluruh proses konstruksinya sesuai jadwal dan seperti biasa  kriteria utama setiap membangun sesuatu adalah 'on schedule'(sesuai jadwal), 'on budget'(sesuai anggaran),' on quality '(mutunya terjamin). Mudah - mudahan semuanya bisa tercapai," kata Anies.

Gubernur bersama masyarakat mencoba uji coba LRT secara terbatas dari Peninjauan tersebut dimulai dari stasiun Velodrome hingga Stasiun Kelapa Gading Mall, Jakarta Utara.

Dalam peninjauannya, Anies menekankan pentingnya pembangunan transportasi LRT Jakarta yang terintegrasi dengan seluruh proses konstruksi pembangunan moda transportasi yang ada di DKI Jakarta.

"Pembangunan transportasi semacam ini harus benar-benar terintegrasi dengan semua konstruksi yang sedang berjalan di Jakarta. Jadi, kita harus memastikan pembangunan ini tidak menimbulkan masalah di kemudian hari, perlu duduk bersama semuanya lalu diputuskan sama-sama," kata Gubernur.

Dia melanjutkan "Jadi dari stasiun velodrome ini nanti kita akan pastikan tersambung dengan BRT yang lokasinya tidak jauh dari sini. Dengan begitu, warga Jakarta yang gunakan kendaraan umum bisa berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain".

Selain itu,  juga menekankan agar setiap moda transportasi yang dibangun,  baik LRT, MRT, maupun BRT, mampu memunculkan interaksi antar warga.

"Sejak awal  kami sampaikan,  alat transportasi lebih dari sekedar memindahkan badan atau penduduk, tapi ini adalah alat interaksi antar warga. Karena itu LRT, MRT, BRT rancangannya, termasuk stasiunnya, haltenya, itu harus memungkinkan munculnya interaksi antarwarga," katanya.

Sumber : ANTARA

Tag : LRT
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top