Atasi Macet, Dishub Bekasi Tambah Radius Putar Kendaraan di Simpang Jatibening

Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Jawa Barat segera menambah radius putar kendaraan di sekitar Simpang Jatibening, Kecamatan Pondokgede guna mengurai simpul kemacetan pada jam sibuk.
Newswire | 25 Oktober 2018 07:40 WIB
Exit Tol Jatibening Bekasi - Twitter Polda Metro Jaya

Bisnis.com, BEKASI - Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Jawa Barat segera menambah radius putar kendaraan di sekitar Simpang Jatibening, Kecamatan Pondokgede guna mengurai simpul kemacetan pada jam sibuk.

"Kendaraan tidak bergerak bisa sampai tiga jam pada saat jam sibuk, sebab di situ ada lima persimpangan yang kerap dikeluhkan pengendara yang terjebak macet," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi Johan Budi Gunawan di Bekasi, Rabu (24/10/2018).

Menurut dia, upaya yang paling efektif mengurai kemacetan di lokasi tersebut adalah dengan menambah radius putar kendaraan melalui rekasa lalu lintas yang akan membagi beban volume kendaraan di lokasi.

Saat ini, kata Johan, pihaknya baru membuat satu radius putar kendaraan dari arah Jalan Ratna yang mengarah ke Jatibening untuk diarahkan menuju Jalan Raya Caman.

Dia menilai perlu dilakukan penambahan radius putar kendaraan di empat jalur yang mengarah ke Simpang Jatibening seperti Jalan Cempaka Raya, jalur menuju GT Jatibening, dan dua jalur Jalan Raya Caman.

"Simpang Jatibening itu volume kendaraannya sangat tinggi dan kapasitas jalannya tidak luas. Itu ada lima kaki (simpang) dengan satu radius putar," katanya.

Dishub masih melakukan kajian perihal penambahan jumlah radius putar di Simpang Caman, sebab persoalannya kapasitas jalan yang relatif sempit membuat pihaknya sulit mencari titik radius putar yang ideal bagi alur kendaraan.

"Semuanya bergantung pada alokasi anggaran yang disediakan pemerintah daerah," ujar Johan.

Dia mengungkapkan, pemicu kemacetan di simpang Jatibening selama ini selain karena volume kendaraan yang tinggi, juga dipicu masih berlangsungnya proyek pembangunan jembatan Jatibening oleh Pemkot Bekasi.

"Sebagian lajurnya terpakai untuk penempatan konstruksi alat berat proyek jembatan," katanya.

Johan mengatakan budaya pengendara yang rutin terjebak kemacetan juga turut dikritisi banyak pihak, sebab upaya mencari jalan alternatif dari kemacetan belum mereka tempuh.

"Hal yang pasti, pengendara tidak mau sadar (akan kemacetan yang ada). Prinsip simpang itu akan mengunci bila pengendaranya tidak sabar.”

Ditambahkan, sejumlah koridor alternatif kemacetan sudah dipersiapkan pihaknya melalui Jalan Raya Jatiwaringin atau sejumlah Gerbang Tol lainnya seperti Bekasi Barat, Jatiasih maupun Lingkar Luar Jakarta (JORR).

Sumber : Antara

Tag : macet, kota bekasi
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top