Keberadaan Skybridge Dituding Turunkan Omzet Pedagang Pasar di Jalan Jatibaru

Beroperasinya Skybridge Tanah Abang menyebabkan turunnya omzet pedagang-pedagang di pasar-pasar Jl. Jatibaru yang terletak di bawah skybridge.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 20 Januari 2019  |  18:24 WIB
Keberadaan Skybridge Dituding Turunkan Omzet Pedagang Pasar di Jalan Jatibaru
Pejalan kaki melintas di jembatan penyeberangan multiguna atau "Skybridge" Tanah Abang di Jakarta, Senin (17/12/2018). Ratusan pedagang mulai menempati kios mereka untuk berdagang setelah dibagikan kunci. Kios-kios pedagang setiap harinya akan mulai buka pada pukul 07.00 dan tutup pada pukul 17.00. - Antara/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA – Beroperasinya Skybridge Tanah Abang menyebabkan turunnya omzet pedagang-pedagang di pasar-pasar Jl. Jatibaru yang terletak di bawah skybridge.

Salah satu pedagang di Pasar Kansinayan, Defral, mengatakan bahwa omzet kiosnya menurun drastis dari yang awalnya mencapai Rp600 juta perbulan menjadi di bawah Rp300 juta per bulan.

Hal yang sama juga terjadi kepada Sony, salah satu pedagang di Pasar Kansalasa. Sebelum skybridge beroperasi kiosnya bisa memperoleh omzet sebesar Rp1 juta perharinya, akan tetapi saat ini dirinya mengaku bahwa dalam sehari dagangannya bisa tidak terjual sama sekali.

Adapun menurut pantauan Bisnis, banyak kios-kios yang terdapat di pasar-pasar Jl. Jatibaru mulai tutup.

Menurut Defral, keberadaan skybridge membuat pedagang-pedagang yang pada awalnya tertib dengan menyewa kios malah mencoba untuk berdagang di trotoar karena dagangannya tidak laku apabila mencoba untuk tetap bertahan di pasar-pasar Jl. Jatibaru.

"Kita yang punya langganan masih enak, yang tidak punya langganan pada tutup. Tiap dua hari sekali ada orang yang pada tutup dan pindah jadi kaki lima," menurut Defral pada Minggu (20/1/2019).

Defral pun menerangkan bahwa pada hakikatnya pasar-pasar yang terletak di Jl. Jatibaru merupakan pilihan bagi pedagang-pedagang yang tidak mampu menyewa kios di Pasar Tanah Abang yang jauh lebih mahal dibandingkan dengan kios-kios di Jl. Jatibaru.

Sebelum beroperasinya skybridge, pasar-pasar di Jl. Jatibaru merupakan akses bagi pejalan kaki dari Stasiun Tanah Abang menuju Pasar Tanah Abang Blok A, B, dan F. Dari situ pedagang di Jl. Jatibaru mendapatkan pembeli.

Sony pun menyebutkan bahwa pada Minggu biasanya pasar-pasar di Jl. Jatibaru ramai calon-calon pembeli berlalu-lalang, akan tetapi saat ini sepi karena calon pembeli mendapatkan akses langsung menuju Pasar Tanah Abang melalui skybridge.

Baik Defral maupun Sony mengusulkan agar Pemprov DKI Jakarta menambahkan tangga ataupun lif menuju pasar-pasar di Jl. Jatibaru agar keberadaan skybridge tidak berimbas pada berkurangnya omzet pedagang-pedagang di pasar-pasar tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pemprov DKI, tanah abang

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top