DBD di DKI per 3 Maret Capai 2.343 Kasus, 1 Meninggal

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di DKI Jakarta per 3 Maret 2019 mencapai 2.343 kasus dengan satu korban meninggal dunia.
Muhamad Wildan | 04 Maret 2019 13:53 WIB
Petugas memeriksa pasien deman berdarah (DBD) - ANTARA/Kahfie kamaru

Bisnis.com, JAKARTA–Kasus demam berdarah dengue (DBD) di DKI Jakarta per 3 Maret 2019 mencapai 2.343 kasus dengan satu korban meninggal dunia.

Adapun Jakarta Timur menjadi wilayah dengan kasus DBD terbanyak yaitu 685 kasus, disusul oleh Jakarta Selatan dan Jakarta Barat yang masing-masing sebanyak 651 kasus.

Angka tersebut disusul oleh Jakarta Utara dengan kasus DBD sebanyak 220 kasus, Jakarta Pusat 134 kasus, dan Kepulauan Seribu sebanyak dua kasus DBD.

Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan 2017 dan 2018 yang dalam kedua tahun tersebut kasus DBD masing-masing mencapai 3.362 dan 2.963 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti mengatakan pihaknya akan berfokus pada 84 RW rawan yang tersebar di seluruh DKI Jakarta.

Jakarta Barat memilki RW rawan terbanyak yang mencapai 38 RW, disusul oleh Jakarta Timur dan Jakarta Selatan yang masing-masing mencapai 25 RW dan 11 RW.

Adapun untuk Jakarta Utara dan Jakarta Pusat masing-masing hanya memiliki tujuh dan tiga RW rawan DBD.

"RW rawan ini kita update setiap seminggu sekali dan kita infokan melalui jejaring yang kita ada untuk dilakukan lebih intens," kata Widyastuti, Senin (4/3/2019).

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dbd, demam berdarah

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup