Warga Jakarta : MRT Keren Banget, Seperti di Luar Negeri!

Warga ibu kota akhirnya bisa merasakan langsung Moda Raya Terpadu (MRT) rute Lebak Bulus-Bunderan HI lewat uji coba yang berlangsung mulai Selasa (12/3/2019).
Feni Freycinetia Fitriani | 12 Maret 2019 15:54 WIB
Warga mengikuti uji coba publik pengoperasian MRT (Mass Rapid Transit) fase I koridor Lebak Bulus - Bundaran HI di Stasiun Bundaran HI, Jakarta, Selasa (12/3/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Ribuan warga Jakarta akhirnya menjajal kereta Moda Raya Terpadu (MRT) untuk pertama kalinya, Selasa (12/3/2019). 

Berdasarkan pantauan Bisnis, sebagian warga yang mengikuti uji coba MRT Jakarta mulai berdatangan ke stasiun Lebak Bulus, Jakarta Selatan (Jaksel) jelang siang hari. Mereka berasal dari beragam latar belakang, termasuk anak-anak muda, pasangan lanjut usia, hingga orang tua yang membawa anak-anak kecil untuk bertolak ke pusat kota, tepatnya menuju stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat (Jakpus).

Salah satu warga yang mengikuti uji coba ini adalah Irfan. Bersama putranya yang baru berusia 4 tahun, warga Jakarta Timur (Jaktim) ini mendaftar uji coba sejak beberapa hari lalu. Dia merasakan sensasi menaiki kereta buatan pabrik Jepang Nippon Sharyo sambil mengungkapkan kekagumannya. 

Sejumlah warga Jakarta mengikuti uji coba MRT fase 1 yang menghubungkan Lebak Bulus dengan Bunderan HI, Jakarta, Selasa (12/3/2019)./Bisnis-Feni Freycinetia

"Keren banget stasiun dan keretanya. Kalau kualitasnya begini, MRT Jakarta tidak kalah dengan MRT yang ada di negara maju, seperti Singapura, Hong Kong, bahkan Jepang," ujar Irfan, ketika ditemui Bisnis di stasiun Lebak Bulus, Selasa (12/3).

Kesan yang sama datang dari pengguna MRT yang uji coba hari itu, Yogi Cerdito. Warga yang tinggal di kawasan Lebak Bulus itu menilai fasilitas stasiun dan kereta MRT Jakarta sangat canggih, aman, dan nyaman. 

Yogi merasa senang dan terharu karena akhirnya Jakarta punya fasilitas transportasi publik yang kualitasnya sangat bagus. Menurutnya, MRT Jakarta mirip dengan yang beroperasi di Singapura dan Tokyo.

Yogi, yang bekerja sebagai karyawan swasta, mengaku akan menggunakan MRT setelah beroperasi secara komersial. 

"Saya rumah di Lebak Bulus, kerja di SCBD, biasanya naik Transjakarta sekitar 1 jam. Sekarang saya pasti beralih naik MRT karena mempersingkat waktu karena hanya memakan waktu 20 menit," ucapnya. 

Irfan, salah satu warga Jakarta yang mengikuti uji coba MRT fase 1, bersama putranya di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (12/3/2019)./Bisnis-Feni Freycinetia

Hal yang sama diungkapkan pula oleh pasangan Farida Muchtar dan Bambang Siswono. Keduanya merasa puas dengan hasil pembangunan infrastruktur dan kereta MRT buatan Jepang. 

Suami istri yang tinggal di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang tersebut mengaku biasanya naik Kereta Commuterline Indonesia untuk menuju tempat kerja masing-masing di kawasan Sudirman. 

"Kalau benar-benar bisa on time, ya saya lebih baik naik MRT karena lebih nyaman dan waktu kedatangan lebih pasti," kata Bambang. 

Direktur Utama (Dirut) MRT Jakarta William Sabandar menyebut untuk hari pertama uji coba ini, MRT Jakarta akan mengangkut sebanyak 4.000 penumpang, dengan waktu beroperasi pukul 08.00-16.00 WIB. Rencananya, mulai pekan depan hingga hari terakhir uji coba, jumlah penumpang dapat mencapai 28.600 orang.

Adapun uji coba publik akan dilakukan selama dua pekan, yakni hingga 24 Maret 2019.

"Jadi jumlah penumpang masih mengalir terus. Hari ini, kami akan mengangkut penumpang sebanyak 4.000 orang. Pembukaan pendaftaran hingga 11 Maret 2019 mencapai 184.000 calon penumpang," jelasnya.

Salah satu sudut stasiun MRT di Setiabudi, Jakarta, Selasa (12/3/2019)./Bisnis-Feni Freycinetia

Selain itu, William menyatakan akan ada tujuh rangkaian kereta selama uji coba berlangsung, dengan headway selama 10 menit selama pukul 08.00-16.00 WIB.

"Disediakan 98 perjalanan dalam sehari. Sebenarnya kereta sudah mulai beroperasi mulai pukul 05.30 WIB hingga 22.00 WIB," ucapnya.

MRT Jakarta direncanakan beroperasi pada akhir Maret 2019. Pengerjaan fase 1 ini melalui 13 stasiun dengan panjang lintasan 16 kilometer (km).

Seluruh stasiun itu terdiri atas tujuh stasiun layang yaitu Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Enam stasiun bawahnya yakni Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, serta Bundaran HI.

Tag : mrt
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top