Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dorong Pengelolaan Limbah Elektronik Semakin Baik, Dinas LH DKI Fasilitasi Masyarakat

Sebuah kotak akrilik transparan mirip akuarium kecil di Balaikota DKI Jakarta, hampir terisi penuh dengan kabel bekas, komponen elektronik rusak, bahkan telepon genggam yang telah usang.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  23:38 WIB
Sampah plastik. - Reuters
Sampah plastik. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Sebuah kotak akrilik transparan mirip akuarium kecil di Balaikota DKI Jakarta, hampir terisi penuh dengan kabel bekas, komponen elektronik rusak, bahkan telepon genggam yang telah usang.

Kotak ini merupakan salah satu upaya pemerintah provinsi DKI Jakarta mencegah masyarakat membuang limbah elektronik (e-waste) sembarangan. Harapannya, tanah, air dan udara Ibu Kota tidak tercemari oleh material-material beracun di dalamnya.

Kepala Seksi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Rosa Ambarsari berharap masyarakat yang memiliki barang-barang elektronik tak terpakai akibat pesatnya perkembangan teknologi, terbantu dengan adanya program ini.

Dinas LH DKI Jakarta telah mempersiapkan beberapa kotak pembuangan e-waste ini di beberapa titik. Selain di Balai Kota, masyarakat yang memiliki barang-barang e-waste menumpuk bisa membuangnya di setiap kantor Wali Kota di Jakarta. Institusi lain seperti sekolah atau kantor yang menginginkan kotak pembuangan e-waste pun akan difasilitasi.

Selain itu, masyarakat juga bisa menemukannya di Stasiun Juanda dan Cikini, serta halte Transjakarta Cawang Uki, Kampung Melayu, Matraman, Pasar Senen, Harmoni, Jakarta Kota, Bundaran HI, Tendean, Blok M, dan Ragunan.

Bahkan, apabila masyarakat memiliki e-waste yang cukup besar dengan berat di atas 5 kg, Dinas LH DKI Jakarta akan menjemputnya. Dengan mendaftar ke laman lingkunganhidup.jakarta.go.id atau media sosial Dinas LH DKI Jakarta.

Rosa menjelaskan bahwa pemprov memang belum bisa mendaur ulang sendiri e-waste ini sehingga pengelolaannya sementara akan bekerja sama dengan pihak ke-3. Sementara pada periode Januari-Juni, sudah ada sekitar 9 ton sampah elektronik yang terkumpul untuk diserahkan dan didaur ulang oleh swasta.

"Sementara kita akan perbanyak gudang terlebih dahulu untuk menampung e-waste di seluruh Jakarta. Pembangunannya nanti akan ada di setiap kota administrasi dan kecamatan. Ada yang sudah selesai tahun kemarin, tahun ini kita akan memperbanyak secara bertahap," jelasnya kepada Bisnis, Senin (29/7/2019).

Kini, menurut Rosa terpenting masyarakat semakin peduli akan bahaya e-waste sehingga terhindar dari bahaya seperti dari kanker paru-paru, kerusakan hati dan ginjal, bahkan gangguan hormon akibat perilaku menimbun atau membuang e-waste sembarangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sampah
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top