Ganjil Genap Tak Berlaku untuk Sepeda Motor, Ini Alasannya

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menegaskan tak akan memberlakukan kebijakan perluasan ganjil genap kepada pengendara sepeda motor.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  17:15 WIB
Ganjil Genap Tak Berlaku untuk Sepeda Motor, Ini Alasannya
Pengendara sepeda motor di Jakarta - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menegaskan tak akan memberlakukan kebijakan perluasan ganjil genap kepada pengendara sepeda motor.

Sanksi pelanggaran ganjil genap yang akan mulai diterapkan pada 9 September 2019 di 25 ruas jalan dan 28 gerbang tol di lima wilayah ibu kota.

"Kalau sepeda motor itu diterapkan [ganjil genap] tentu kita harus paham terkait dengan efektivitas kebijakan sampai ke level implementasi ke masyarakat. Kan dulu juga sempat beredar hasil simulasi kita seolah-olah itu [motor] yang akan kita terapkan, ternyata tidak. Sampai ada jaringan jalannya juga kan dan itu berbeda dengan yang dilakukan sekarang," katanya di Balai Kota DKI, Selasa (20/9/2019).

Dia menuturkan ada beberapa aspek yang dipertimbangkan Dishub DKI sebelum mengambil keputusan memperluas cakupan ganjil genap. Salah satunya soal perbaikan kualita udara.

Menurutnya, penerapan ganjil genap untuk roda empat atau mobil pribadi saat ini sudah memperlihatkan hasil untuk mengurangi polusi udara di Jakarta.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup DKI, polusi udara di stasiun Bundaran HI sudah berkurang sebanyak 18,9% sepanjang satu minggu sosialiasi perluasan ganjil genap.

Karena itu, Syafrin memastikan Peraturan Gubernur terkait perluasan ganjil genap yang tengah disusun tetap tidak akan mengikutsertakan motor.

Ganjil genap hanya berlaku bagi mobil pribadi yang melewati jalur-jalur yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Motor tidak kena ganjil genap. Kami pantau cukup efektif dan sekarang dalam tahap evaluasi. Jadi jangan digiring pada kesimpulan seperti itu [memasukkan motor]," jelasnya.

Terkait potensi berpindahnya pemilik mobil untuk menggunakan motor, dia mengatakan warga Jakarta saat ini semakin cerdas. Pasalnya, para pengendara motor lebih mudah terpapar langsung oleh polusi.

Menurutnya, ada dua risiko yang didapat jika mereka nekat naik motor, yaitu risiko kecelakaan dan risiko terkena penyakit infeksi saluran pernasapan akut (ISPA).

Bukan itu saja, pengendara motor juga bisa terkena kanker paru-paru karena terus-menerus menghirup polusi setiap hari.

"Kemudian yang lebih parah lagi keturunan yaitu berpotensi idiot. Jadi tentu ini menjadi perhatian Pak Gubernur [Anies Baswedan]. Lagipula, pemerintah sudah menggelontorkan dana besar sekali untuk transportasi publik ya gunakan lah itu," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ganjil genap, sepeda motor

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top