Ini Tiga Saran JK Untuk Pembangunan Masjid Apung di Ancol Senilai Rp50 Miliar

Pembangunan Masjid Apung Ancol diproyeksi menghabiskan dana Rp50 miliar dan dibangun dengan teknologi ramah lingkungan.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 09 November 2019  |  18:43 WIB
Ini Tiga Saran JK Untuk Pembangunan Masjid Apung di Ancol Senilai Rp50 Miliar
Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam acara groundbreaking Masjid Apung Ancol di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (9/11/2019). - Bisnis/Aziz Rahardyan

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat Jusuf Kalla turut meresmikan groundbreaking Masjid Apung pertama di Jakarta, tepatnya di Pantai Ancol kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (9/11/2019).

Mantan Wakil Presiden RI periode 2004-2009 dan 2014-2019 ini menyarankan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk., selaku pengelola kawasan sekaligus pelaksana pembangunan, mengoptimalkan tiga aspek teknologi yang dibutuhkan sebuah masjid.

Pertama, akustik atau mutu bunyi dalam ruang masjid. Alasannya, 80 persen kegiatan di dalam masjid pada hakikatnya adalah mendengarkan, mulai azan, khotbah, pengajian, hingga pengumuman-pengumuman.

"Jadi kalau akustiknya jelek, maka 80 persen maknanya [masjid] hilang nanti. Kan sayang sekali. Jadi suara yang bening dan bagus harus diperhatikan," ungkap JK dalam sambutannya.

Kedua, teknologi untuk menjaga lingkungan.

"Karena ini bentuknya futuristik, post-modern bentuknya, maka tentu teknologinya harus baik. Misalnya, tempat wudunya sudah hemat air, memakai sensor, sehingga kalau usap muka air tetap jalan," tambahnya.

Ketiga, terkait desain masjid, JK berharap realisasinya nanti akan sesuai dengan konsepnya, sehingga mampu menjadi contoh bagi masjid-masjid lain di Indonesia.

JK mengharapkan adanya Masjid Apung Ancol mampu menepis persepsi bahwa desain masjid harus menganut desain-desain negara-negara Timur Tengah. Dia juga mengaku senang dengan masjid berdesain modern khas Indonesia, asalkan fungsinya sebagai tempat ibadah tak terdegradasi.

Proses pembangunan Masjid Apung Ancol direncanakan memakan waktu 1 tahun. Lokasinya yang menjorok dari daratan menjadikan masjid ini bangunan yang unik dan satu-satunya di Jakarta.

Nantinya , area masjid memiliki luas 2.000 meter persegi yang mampu menampung hingga 2.500 orang jemaah.

Direktur Utama Pembangunan Jaya Ancol Teuku Sahir Syahali menjelaskan pembangunan masjid ini diproyeksi menyedot anggaran hingga Rp50 miliar.

Dia menekankan pembangunan masjid sudah melewati proses perizinan analisis mengenai dampak mengenai lingkungan hidup (Amdal) dan ramah lingkungan. Misalnya, menggunakan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) dan tanpa pendingin udara.

"Nanti kita posisikan semua limbah tidak ada yang dibuang ke laut. Kami juga nanti buat penampungan untuk penyiraman dan water recycle. Jadi, tidak ada yang dibuang ke laut, semua recycle. Teknologinya dari energi yang kami buat, tidak ada AC. Kami manfaatkan angin dari atas, sedangkan air [untuk wudu] nanti seperti Pak JK tadi bilang, harus dengan sensor, sehingga tidak banyak terbuang," jelas Sahir.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap masjid ini mampu menjadi ikon baru DKI Jakarta dan mempermudah umat Islam di sekitar Ancol untuk melakukan ibadah.

Dia menargetkan masjid ini sudah bisa berdiri dan dimanfaatkan masyarakat Ancol pada Ramadan 2020.

"Pesan saya, Pak Dirut, tiga hal dalam pembangunan ini. On schedule, on quality, on budget. Jadi tiga itu dipegang. Kalau tiga itu dipegang, insya Allah nanti akhir tahun depan kita sudah bisa merasakan masjid baru ini," ujar Anies.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jusuf kalla, masjid

Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top