Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Demo Supir Angkot Tuntut Perluasan Jak Lingko, Anies justru Senang

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi peserta unjuk rasa yang terdiri dari para pengemudi angkutan perkotaan (angkot) wilayah Jakarta Utara di Halaman Pendopo Balaikota DKI Jakarta.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 27 November 2019  |  18:02 WIB
Petugas menunjukkan kartu Jak Lingko untuk transportasi angkutan Kereta Commuter Indonesia (KCI), di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Senin (17/12/2018). - ANTARA/Rivan Awal Lingga
Petugas menunjukkan kartu Jak Lingko untuk transportasi angkutan Kereta Commuter Indonesia (KCI), di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Senin (17/12/2018). - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA — Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi peserta unjuk rasa yang terdiri dari para pengemudi angkutan perkotaan (angkot) wilayah Jakarta Utara di Halaman Pendopo Balaikota DKI Jakarta.

Sebelumnya, Ketua Koperasi Wahana Kalpika KWK Jakarta Utara Ramli, yang merupakan perwakilan dari pengunjuk rasa, menjelaskan bahwa kedatangan mereka menemui Anies, yakni memperluas akses dan trayek Jak Lingko, khususnya di Jakarta Utara.

“Kami ingin sampaikan bahwa program Gubernur tentang Jak Lingko yang sudah dijalankan Dinas Perhubungan dan Transjakarta itu sangat menyentuh bagi masyarakat, sampai gang-gang dapat pelayanan gratis dengan tepat waktu dan itu memang sangat mendukung,” ucap Ramli, Rabu siang (27/11/2019).

Kesuksesan program Jak Lingko ini, menurut Ramli harus terus didukung dengan perluasan trayek maupun penambahan serta peremajaan armada pada tahun depan, sehingga makin menjangkau warga yang ingin mengakses angkutan umum, terutama yang berada di Jakarta Utara.

“Sekarang yang sudah jalan di Jakarta Utara itu ada 6 Jak [angkot] dengan jumlah armada 193. Masyarakat Jakut sangat membutuhkan angkutan gratis tapi baru terbatas 193 unit,” ungkapnya.

Menanggapi aspirasi para pengemudi angkot, Anies merasa senang karena program Jak Lingko diminati bukan hanya para pengguna angkutan umum, melainkan juga operator serta penyedia jasa angkutan umum.

“Kami senang, berarti program Jak Lingko ini yang kita rancang untuk memfasilitasi kepentingan umum, bisa menggunakan kendaraan umum dari mana saja yang terintegrasi itu, sejalan dengan kepentingan pribadi [sopir] dan perusahaan. Karena itu, mereka ingin bergabung, kenapa? Karena mereka merasa diuntungkan, publik juga diuntungkan. Jadi, ini merupakan contoh betapa integrasi bukan hanya aspek transportasinya, tapi bisnis modelnya adalah bisnis model yang tidak merugikan bagi operator,” jelasnya.

Anies menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan terus berkomitmen melakukan integrasi transportasi umum di Jakarta. Selanjutnya, Anies berharap agar ada timbal balik dari pihak operator agar meremajakan transportasinya, sehingga dapat memberikan pelayanan yang maksimal.

“Kita berharap para operator bisa merawat kendaraan dengan baik, melakukan update kendaraan secara berkala, kualitas pelayanan baik, karena mereka berada di dalam sistem yang saling menguntungkan. Saya senang dan mudah-mudahan ini bisa terlaksana. Sebagian memang belum bisa diikutkan di 2019, karena anggarannya belum cukup, tapi InsyaAllah di tahun 2020 semua bisa dapat,” tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jak lingko
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top