Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksinasi Covid-19 Jakarta Realisasi 131 Persen, Gubernur Anies: Kesempatan Restart

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta pelaku usaha untuk memulai ulang bisnisnya seiring semakin terkendalinya pandemi Covid-19.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 25 Oktober 2021  |  17:03 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus tindak pidana korupsi (tipikor) pengadaan tanah Munjul Jakarta Timur, Selasa (21/9). JIBI - Bisnis/Rahmad Fauzan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus tindak pidana korupsi (tipikor) pengadaan tanah Munjul Jakarta Timur, Selasa (21/9). JIBI - Bisnis/Rahmad Fauzan

Bisnis.com, JAKARTA – Lampu hijau terhadap pembatasan sosial di ibu kota menyala semakin terang per akhir pekan kemarin. Hal tersebut terjadi seiring penurunan PPKM dari level 3 ke level 2, yang dibarengi pembukaan sejumlah taman alias ruang terbuka hijau (RTH) dan tempat wisata. 

Tak kurang dari 59 RTH di ibu kota mulai dapat dikunjungi masyarakat per Sabtu (23/10/2021). Begitu pula objek-objek wisata yang sebelumnya ditutup, seperti Taman Margasatwa Ragunan. Meskipun, kapasitas untuk masuk ke RTH dan objek wisata tersebut masih dibatasi.

Di Ragunan misal, pada hari pertama pembukaan objek wisata ini dikunjungi sekitar 4.900 wisatawan. Jumlah tersebut memang masih di bawah rata-rata pengunjung pada masa prapandemi yang bisa menyentuh 72.000 hingga 150.000 pengunjung. Namun, pengelola tetap menyambut positif pertanda baik ini.

Staf Pelayanan Informasi dan Kehumasan Taman Ragunan Wahyudi Bambang menjelaskan bahwa pembukaan ini merupakan momentum yang telah lama dinanti. Kendati masih terbatas, dia meyakini antusiasme masyarakat untuk kembali beraktivitas akan terus membaik. Apalagi, pengelola tidak menerapkan batasan usia bagi pengunjung yang ingin masuk.

"Tidak ada batasan usia, anak di bawah dua belas tahun wajib pendampingan orang tua,” tutur Wahyudi, seperti diwartakan Antara.

Sebagai informasi, pemerintah daerah menerapkan pembatasan pengunjung 15.000 per hari untuk Taman Margasatwa Ragunan. Regulasi ganjil genap juga diberlakukan untuk kendaraan yang datang tiap akhir pekan, guna meminimalisir penumpukan pengunjung.

Kendati telah membuka pintu lebar-lebar, pengelola Taman Margasatwa Ragunan masih memberlakukan protokol ketat. Selain wajib menerapkan 3M, pengunjung juga dibebani syarat vaksinasi minimal dosis pertama (kecuali untuk anak di bawah 12 tahun).

Pengunjung juga wajib melakukan pendaftaran terlebih dulu secara daring, maksimal H-1 dari waktu kunjungan.

Pesan pengelola sebenarnya tidak jauh berbeda dari penekanan pemerintah daerah. Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria juga mewanti-wanti agar warga DKI tidak terlampau euforia menyambut relaksasi PPKM.

Kewaspadaan, kata Riza, tetap wajib diutamakan. Masyarakat diharap bijak dalam menentukan keputusan untuk berkunjung ke RTH maupun objek wisata ibu kota.

“Tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak,” kata Riza dalam keterangannya, Sabtu (23/10).

Lebih lanjut, dia menekankan pula bila momentum pembukaan RTH dan objek wisata, yang aksesnya mewajibkan vaksinasi dosis pertama, juga diharapkan bisa mendongkrak realisasi vaksinasi.

Sebagai informasi, per Minggu (25/10), data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut total realisasi program vaksinasi di Jakarta telah melampaui target. Penerima vaksin dosis kedua telah mencapai 8.459.307 peserta, atau setara 100,76 persen dari target 8.395.427 peserta.

Sementara untuk dosis pertama, peserta vaksinasi di Jakarta bahkan telah mencapai 11.036.241 juta atau setara 131,46 persen dari target.

Pada kesempatan terpisah, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meyakini mulusnya program vaksinasi di ibu kota, beserta relaksasi PPKM bisa membuat ekonomi bergeliat lagi.

Keyakinan Anies diperkuat dengan data kesiapan UMKM di ibu kota. Berdasarkan kutipan RPJMD yang dilampirkan, hingga 2021 ini Anies mengklaim jumlah UMKM di ibu kota telah mencapai 287.000. Pertumbuhan jumlah tercatat melampaui target 200.000 yang ditetapkan Anies pada awal masa jabatannya.

"Pandemi ini juga menjadi kesempatan bagi kita semua untuk restart, mulai dari awal lagi. Dan kami di Jakarta, kami bukan mengecilkan yang besar, tapi mengecilkan yang besar,” tutur Anies, Minggu (24/10).

Dari 287.000 UMKM yang disebut, sekitar 281.000 di antaranya diklaim Anies telah terdata sebagai anggota Jakpreneur. Jumlah yang telah dilantik tak kurang dari 176.000 UMKM, sementara penerima program pelatihan telah menyentuh 155.000.

"Jadi ini adalah kerja kolaborasi yang luar biasa. Yang terlibat di sini bukan hanya pemerintah, tapi luar biasa banyak kolaborator kami," tuturnya.

Mengacu paparan pemerintah, UMKM memiliki kontribusi besar terhadap PDB Indonesia sebesar 61,07 persen atau senilai dengan Rp8.573,89 triliun. Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia meliputi kemampuan menyerap 97 persen dari total tenaga kerja yang ada, serta dapat menghimpun sampai 60,4 persen dari total investasi.

Kini, seiring tercapainya target vaksinasi (dosis 2) di ibu kota dan semakin dibukanya akses ke sejumlah objek wisata, patut dinanti apakah kontribusi mentereng tersebut dapat terus dipertahankan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta Anies Baswedan Covid-19
Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top