BANJIR JAKARTA: Kementerian PU bangun 2 pintu air baru

 
Andhina Wulandari
Andhina Wulandari - Bisnis.com 18 April 2012  |  20:10 WIB

 

JAKARTA: Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan anggaran sebesar Rp15 miliar pada tahun ini untuk membangun dua daun pintu air tambahan masing-masing di Karet dan Manggarai.
 
Direktur Sungai dan Pantai Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Pitoyo Subandria mengatakan proyek tersebut merupakan salah satu dari sembilan program Solution For Ciliwung yang dicanangkan oleh Kementerian PU guna mengatasi pengendalian banjir di Kali Ciliwung.
 
“Ada sembilan program Total Solution For Ciliwung, tapi untuk yang quick win akan dibangun masing-masing tambahan daun pintu air Manggarai dan Karet yang masih belum berubah sejak jaman Belanda,” ujarnya di sela acara Dialog Interaktif Aksi Penyelamatan Sungai Ciliwung  hari ini.
 
Bastari, Kepala Bidang Pelaksanaan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane,  menjelaskan melalui tambahan daun pintu tersebut debit air yang mengalir dari Sungai Ciliwung akan semakin besar sehingga dapat menurunkan secara cepat banjir yang terjadi akibat luapan kali Ciliwung.
 
Misalnya saja untuk di Manggarai, daun pintu air bertambah dari dua menjadi tiga sehingga dapat menambah aliran debit air dari 350 meter kubik menjadi 500 meter kubik. Sementara dengan penambahan pintu air di Karet dari empat menjadi lima akan menambah aliran debit air dari 500 meter kubik menjadi 700 meter kubik.
 
Saat ini PU masih menunggu ijin kontrak proyek multiyears dari Kementerian Keuangan sebelum melaksanakan proses tender. Ditargetkan pertengahan tahun ini sudah penandatanganan kontrak dan dilanjutkan dengan pengerjaan.
 
“Mudahan-mudahan dalam waktu dekat sudah ada kontrak. Pelaksanaan sekitar 2 tahun sehingga diharapkan 2014 sudah terbangun,” tuturnya.
 
Bastari menjelaskan proyek penambahan pintu air ini merupakan proyek di hilir yang tentu saja harus diimbangi dengan proyek dihulu yakni optimalisasi Banjir Kanal Barat dan normalisasi kali Ciliwung sebagai satu kesatuan proyek dengan total anggaran keseluruhan mencapai Rp400 miliar hingga 2014.
 
Pasalnya, ketika debit air yang mengalir sudah besar, maka BKB harus dioptimalisasi dan kali Ciliwung harus dinormalisasi sehingga ketika debit air dibuka, tidak akan meluap.
 
“Tahun ini anggarakan Rp15 miliar untuk pembangunan dua daun pintu air, tapi secara keseluruhan anggaran yang dibutuhkan Rp400 miliar termasuk proyek di Ciliwung lama dan optimalisasi BKB,” tuturnya.
 
Untuk pelaksanaan proyek normalisasi di kali Ciliwung, pemerintah akan mendahului merelokasi masyarakat yang tinggal di sempadan Ciliwung ke rumah susun sewa (rusunawa) dengan pendanaan dari pemerintah.
 
“Masyarakat akan dipindahkan dulu ke rusunawa yang pada tahun pertama penempatan tidak dikenakan biaya sewa. Setelah dipindahkan, baru dilakukan normalisasi sungai sehingga tidak ada penggusuran.” (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top