Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ahok Kesal Iklan Pasangan Wiranto-Hary Tanoe di Bus Tidak Bayar Pajak

Iklan pasangan bakal calon presiden dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto dan Harry Tanoesoedibjo (Win-HT) yang menempel pada armada bus di Jakarta tidak dikenakan pajak.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 24 April 2014  |  21:21 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Iklan pasangan bakal calon presiden dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto dan Harry Tanoesoedibjo (Win-HT) yang menempel pada armada bus di Jakarta tidak dikenakan pajak.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Pria yang kerap disapa Ahok ini mengungkapkan kekesalannya karena iklan tersebut tidak dikenakan pajak oleh Dinas Pelayanan Pajak DKI.

Padahal 30 armada bus Transjakarta sumbangan dari pihak swasta dikenakan pajak sebesar Rp347,5 juta.

Menurut Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Iwan Setyawandi, lanjut Ahok, tidak dikenakan pajak pada iklan tersebut karena mengandung unsur politis.

"Nah, yang konyolnya itu. Win-HT itu tidak perlu bayar pajak karena tafsirannya kalau untuk politik alasannya, tidak perlu bayar pajak, gratis gitu kata Iwan. Mungkin Hanura bayar, tapi tidak ada penerimaan pajaknya," ujarnya di Balai Kota, Kamis (24/4/2014).

Ahok menilai iklan kampanye yang dipasang pada badan bus Transjakarta termasuk hitungan komersial.

"Nah dia malah jawab enggak gitu pak hitungannya kita enggak bisa pungut. Nah kalau enggak bisa pungut larang dia dong kan kalau kaya gitu ada peluang pajak yang hilang dong," ucapnya.

Mantan Bupati Belitung Timur ini juga sempat meminta kepada Dinas Pelayanan Pajak untuk menarik pajak dari iklan WIN-HT. Namun hal tersebut ditolak Iwan dengan alasan iklan Win-HT tidak bertujuan mencari keuntungan secara komersial.

"Jadinya ya itu, seluruh reklame WIN-HT dan Hanura di seluruh bus di Jakarta tidak bayar pajak. Kata Iwan, semua partai juga boleh asal untuk kepentingan politik. Mestinya mereka juga tidak menghalangi pemasangan iklan komersial yang justruk membawa keuntungan," tuturnya.

Politisi Partai Gerindra ini menduga diperbolehkannya iklan kampanye di badan bus tanpa pengenaan pajak memiliki unsur politis yang erat kaitannya dengan pejabat DKI.

"Mungkin kalau partai saya naruh iklan di badan bus, disuruh bayar. Jadi ini tuh mainnya luar biasa," kata Ahok.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pernyataan ahok
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top