Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

531 Bus Transjakarta Mangkrak di Ciputat

Sebanyak 531 unit bus Transjakarta pada 10 paket pengadaan armada 2013 masih mangkrak di Pool PPD yang terletak di Ciputat, Tangerang Selatan dan Cawang, Jakarta Timur.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 21 Mei 2014  |  18:14 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak 531 unit bus Transjakarta pada 10 paket pengadaan armada 2013 masih mangkrak di Pool PPD yang terletak di Ciputat, Tangerang Selatan dan Cawang, Jakarta Timur.

Kini, ratusan armada bus baru Transjakarta tersebut tidak jelas nasibnya.

Seperti diketahui, pada 2013 Pemprov DKI merencanakan pengadaan bus Transjakarta sebanyak 656 unit dalam 14 paket lelang dengan nilai transaksi Rp1,1 triliun.

Empat paket lelang sebanyak 125 unit senilai Rp564,93 miliar telah dibayarkan dan beroperasi, sedangkan sisanya 531 unit dimasukkan ke dalam 10 paket lelang dan baru dibayarkan oleh Pemprov DKI sebesar 20%.

Ketidakjelasan nasib bus tersebut terkuak setelah 14 unit armada bus Transjakarta yang baru beroperasi selama 1 minggu ditemukan komponen berkarat.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Akbar mengatakan belum dapat memastikan nasib dari ratusan bus tersebut.

"Masih belum tahu itu karena baru bayar uang muka 20% kepada vendor. Bus tersebut sebenarnya belum serah terima dengan pemprov," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (21/5/2014).

Ratusan armada bus tersebut dirawat oleh vendor karena tidak ada kebijakan apapun dari Pemprov DKI. Saat ini, Dinas Perhubungan DKI masih melakukan pembahasan lebih lanjut terkait nasib armada bus tersebut.

Pemprov DKI tidak akan menerima 531 unit armada bus Transjakarta karena dinilai bermasalah. Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Pria yang kerap disapa Ahok ini memilih tidak menerima dan mengoperasikan sejumlah armada bus dibandingkan bus tersebut rusak dan tidak tahan lama saat beroperasi.

"Daripada armada bus tersebut beroperasi, terus mogok dan buat warga DKI marah, lebih baik enggak usah ada bus baru aja sekalian," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transjakarta
Editor : Sepudin Zuhri
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top