Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

LIMBAH DOMESTIK: Waduh, Jadi Sumber Pencemaran 13 Sungai di DKI

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia perwakilan DKI Jakarta meminta agar Pemerintah Provinsi serius untuk menangani pengelolaan limbah domestik di Ibu Kota.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 20 Desember 2014  |  06:30 WIB
Air limbah. Pemprov DKI diminta serius menangani limbah domestik - airlimbah
Air limbah. Pemprov DKI diminta serius menangani limbah domestik - airlimbah

Bisnis.com, JAKARTA--Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia perwakilan DKI Jakarta meminta agar Pemerintah Provinsi serius untuk menangani  pengelolaan limbah domestik di Ibu Kota.

Pasalnya, BPK menemukan limbah domestik menjadi sumber pencemaran terbesar pada 13 sungai utama Ibu Kota. Pencemaran tersebut disebabkan oleh parameter kimiawi dan parameter biologis seperti bakteri koli dan bakteri koli tinja.

Kepala BPK Perwakilan DKI Jakarta Efdinal menyatakan limbah domestik yang kerap dihasilkan oleh warga Jakarta, belum mendapatkan perhatian khusus oleh pemerintah.

Ada dua jenis limbah domestik, yakni air limbah dari bekas cucian atau mandi atau disebut grey water dan air limbah buangan dari kotoran manusia yang disebut black water.

"Sekitar 80% pencemaran air sungai berasal dari limbah kamar mandi maupun bekas cucian pakaian yang mengandung sabun. Pemprov DKI benar-benar tidak peduli terhadap pengelolaan air limbah rumah tangga," ujarnya dalam paparan Laporan Hasil Pemeriksaan Kinerja Pengelolaan Air Limbah Domestik Tahun Anggaran 2014, Jumat (19/12/2914).

Menurutnya, pemerintah luput memperhatikan limbah domestik grey water sehingga penanganan pun menjadi tidak optimal.

Selain itu, tidak ada satuan kerja perangkat daerah yang khusus menangani dan bertanggung jawab dalam limbah domestik.

Air limbah domestik grey water rumah tangga, lanjutnya, kerap kali langsung dibuang ke saluran drainase tanpa diolah terlebih dahulu sehingga menjadi sumber pencemaran di sungai Jakarta.

"Kami menanyakan kepada warga, mereka pun tidak tahu kalau limbah domestik grey water ini harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke saluran drainase," kata Efdinal.

Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) individu yakni septictank hanya mengolah black water saja, sedangkan grey water langsung dibuang ke badan air.

"Belum ada peraturan daerah (perda) yang mengatur pengelolaan limbah serta kelembagaan pengelolaan limbah yang belum jelas. Perlu segera terbitkan perda tentang limbah rumah tangga,"  papar  Efdinal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

limbah
Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top