Jabar Butuh Banyak Rumah untuk Warga Berpenghasilan Rendah

Kalangan pengembang tengah mengkalkulasi kebutuhan rumah murah menyusul adanya target pemerintah membangun 1 juta rumah pada tahun ini.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 10 Januari 2015  |  06:15 WIB
Jabar Butuh Banyak Rumah untuk Warga Berpenghasilan Rendah
Kebutuhan rumah semakin mendesak di Jawa Barat - Bisnis.com

Bisnis.com, DEPOK-- Pengembang tengah mengalkulasi kebutuhan rumah murah menyusul target pemerintah membangun 1 juta rumah pada tahun ini.

Irfan Firmansyah, Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jawa Barat mengatakan pihaknya masih mendata berapa angka ideal untuk membangun rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di wilayah tersebut.

"Proses pendataan kebutuhan rumah di Jabar belum selesai. Kami akan informasikan berapa kebutuhan rumah MBR di Jabar setelah semuanya tuntas," ujarnya pada Bisnis, Jumat (9/1/2015).

Berdasarkan catatan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan siap mengalokasikan anggaran sebesar Rp8,2 triliun pada tahun ini dalam APBN Perubahan 2015.

Anggaran tersebut diproyeksikan untuk mendanai pembangunan sekitar 300.000 unit rumah. Adapun, sebagian dari anggaran tersebut akan digunakan untuk membiayai program fasilitas likuiditas kepemilikan perumahan (FLPP) sebesar Rp5,1 triliun.

Pembangunan dengan menggunakan anggaran tersebut rencananya digunakan untuk rumah susun, dan berbagai rumah khusus di daerah perbatasan, terpencil, pulau-pulau terluar, tenaga medis, anggota Polri, TNI dan penjaga perbatasan.

Irfan menyatakan pada tahun sebelumnya, REI Jabar telah merealisasikan pembangunan rumah MBR sekitar 50.000 unit. Itu pun menurut dia, dinilai masih kurang lantaran pembangunan dilakukan pada pertengahan tahun.

Dia yang baru menjabat sebagai ketua REI Jabar menggantikan pimpinan sebelumnya Yana Mulyana itu berpendapat kebutuhan rumah MBR di wilayahnya cukup signifikan. Pasalnya, Jabar merupakan salah satu daerah dengan tingkat populasi penduduk terbanyak di Indonesia.

Menurutnya, REI Jabar juga saat ini tengah menunggu kepastian perekonomian di Tanah Air khususnya terkait dengan terjadinya fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) baru-baru ini.

Dikatakan, kondisi harga BBM cukup memberi dampak pada harga rumah yang akan dibangun, terutama mengenai harga bahan bangunan.

"Meski harga BBM lagi turun, harga bahan bangunan kan tidak otomatis turun. Jadi kami wait and see saja dulu," ujarnya.

Abun Yamin Syam, Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Seluruh Indonesia (Appersi) Wilayah IV menuturkan pihaknya siap mendukung pemerintah untuk membangun rumah murah.

Akan tetapi, pihaknya meminta keringanan harga lahan yang akan dibangun untuk rumah MBR tersebut. Pasalnya, kata dia, harga tanah di sebagaian wilayah untuk rumah MBR tidak jauh berbeda dengan harga biasanya.

"Dari pihak pengembang yang menjadi keluhan selama ini ialah harga tanah. Kalau bisa pemerintah menjamin terlebih dahulu bahwa tanah untuk rumah MBR juga harus di bawah harga," katanya.

Pihaknya memperkirakan kebutuhan rumah MBR di Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi juga Purwakarta, Subang dan Karawang mencapai sekitar 5% dari total target pemerintah.

Menurut Abun, pembangunan rumah MBR akan dibagi menjadi sedikitnya dua jenis yakni rumah susun dan tapak sesuai tingkat populasi dan harga tanah pada masing-masing daerah.

"Kalau Bekasi dan Depok kemungkinan diperuntukan bagi rumah vertikal. Sisanya daerah lain diproyeksikan untuk rumah tapak karena harga dan kesediaan tanahnya masih tergolong murah," ujarnya. (Bisnis.com)

BACA JUGA:

Inilah Besar Gaji Pilot di Indonesia

7 RUTE LION AIR DIBEKUKAN: Rute Trigana dan Kalstar Juga Dibekukan

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rumah murah

Sumber : Bisnis.com

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top