Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ahok Ngeles, Katanya Sulit Atasi Banjir Akibat Warga Melawan

Hujan yang terus mengguyur di Ibu Kota dua hari terakhir membuat sejumlah lokasi tergenang air. Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mengatakan Jakarta belum bisa bebas dari banjir karena normalisasi sungai dan pemasangan pompa air masih terhambat.
Veronika Yasinta
Veronika Yasinta - Bisnis.com 26 Januari 2015  |  20:33 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - beritajakarta.com
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - beritajakarta.com
Bisnis.com, JAKARTA -- Hujan yang terus mengguyur di Ibu Kota dua hari terakhir membuat sejumlah lokasi tergenang air.
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan Jakarta belum bisa bebas dari banjir karena normalisasi sungai dan pemasangan pompa air masih terhambat.
Menurut Ahok, hambatan terbesar datang dari warga bantaran sungai yang masih menolak relokasi.  
Ahok mengaku kerap mendapatkan perlawanan dari warga karena dianggap melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).
"Enggak bisa dong orang pompanya belum siap. Makanya syaratnya apa, jangan bilang saya melanggar HAM. Saya mau tanya membiarkan orang direndam banjir sampai 60-70 cm melanggar HAM nggak? Langgar HAM juga," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, belum lama ini.
Salah satu titik genangan air berada di Jakarta Pusat diakibatkan meluapnya Kali Sentiong. Menurut Ahok yang mantan Bupati Belitung Timur ini, pompa besar dipasang dan sedang dalam pengerjaan.
Soal genangan di Gunung Sahara, diakibatkan Kali Ciliwung yang menembus ke Pasar Ikan. Pemprov DKI, kata Ahok, akan membuat tembusan tersebut sepanjang 2,8 km.
Namun, sebanyak 980 unit rumah permanen yang dibangun di atas sungai mesti didesak ke rusunawa.
"Kita mau desak bubar, rumah susun sudah ada. Rumah susun sudah siap, kita akan sikat," uja Ahok.
Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pernyataan ahok
Editor : Redaksi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top