Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BERAS PLASTIK: Polri Masih Dalami Perbedaan Hasil Uji Lab Sucofindo

Kepolisian Republik Indonesia masih mendalami perbedaan hasil laboratorium beras plastik PT Sucofindo dengan enam laboratorium lainnya.nn
Muhamad Hilman
Muhamad Hilman - Bisnis.com 15 Juni 2015  |  17:02 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menunjukkan sampel beras bercampur bahan sintetis usai memberikan keterangan pers hasil uji laboratorium beras sintetis di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/5/2). Menurutnya, hasil uji laboratorium temuan beras sintetis di Pasar Tanah Merah, Mutiara Gading Timur pada beberapa waktu lalu dengan hasil positif bercampur tiga bahan kandungan kimia benzyil butyl phtalate (BBP), diethyl hexyl phthalate (DEHP), dan dimethyl phthalateshalate (DMP) yang merupakan bahan pembuat PVC. - Antara
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menunjukkan sampel beras bercampur bahan sintetis usai memberikan keterangan pers hasil uji laboratorium beras sintetis di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/5/2). Menurutnya, hasil uji laboratorium temuan beras sintetis di Pasar Tanah Merah, Mutiara Gading Timur pada beberapa waktu lalu dengan hasil positif bercampur tiga bahan kandungan kimia benzyil butyl phtalate (BBP), diethyl hexyl phthalate (DEHP), dan dimethyl phthalateshalate (DMP) yang merupakan bahan pembuat PVC. - Antara

Bisnis.com, BEKASI - Kepolisian Republik Indonesia masih mendalami perbedaan hasil laboratorium beras plastik PT Sucofindo dengan enam laboratorium lainnya.

Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti menegaskan tidak ada beras plastik yang beredar sesuai dengan hasil enam laboratorium yang menyatakan negatif.

Dari keenam laboratorium itu dua di antaranya adalah laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor).

"Untuk itu, kami sedang mendalami kekeliruan atau kesengajaan. Tetap akan berlanjut, bukan masalah beras plastiknya, tapi di balik pengumuman yang positif itu," ujarnya, Senin (15/6/2015).

Pendalaman itu dilakukan untuk mengetahui apakah dalam uji laboratorium yang dilakukan PT Sucofindo itu terjadi kelalaian, kesalahan prosedur atau kesengajaan.

"Kalau kesengajaan akan kami ungkap apa ini motivasi," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Beras Plastik
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top