Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Integrasi MRT & KCJ : Ahok Tawarkan Swap Kepemilikan Saham, KAI Oke Saja

PT Kereta Api Indonesia memberikan signal positif dan sepaham dengan gagasan swap kepemilikan saham di PT KCJ dengan PT MRT Jakarta, milik Pemprov DKI Jakarta, seperti yang dilontarkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama belum lama ini.

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia memberikan signal positif dan sepaham dengan gagasan swap kepemilikan saham di PT KCJ dengan PT MRT Jakarta, milik Pemprov DKI Jakarta, seperti yang dilontarkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama belum lama ini.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Edi Sukmoro mengakui pihaknya telah bertemu dengan Gubernur Ahok - sapaan akrab Basuki Tjahaja Purnama, terkait keinginan melakukan barter kepemilikan saham antara PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dengan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ).

"Iya beliau pernah menyampaikan hal itu. Bahkan kami pernah bertemu membicarakannya. Secara prinsip, kita sepakat," tuturnya, kepada Bisnis, Kamis (18/6).

Keduanya sepakat mengingat, peran masing-masing kedua belah pihak sangat besar dalam membantu mengurai kemacetan dan perpindahan mobilitas masyarakat di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi.

Apalagi, kepentingan DKI terhadap kelancaran perputaran penumpang di Jabodetabek tersebut juga sangat besar, mengingat DKI sebagai kota yang menjadi tempat tujuan utama berkumpulnya masyarakat dari daerah penyangga itu untuk beraktifitas bisnis maupun yang lainnya.

Edy memaparkan bahwa memang pada mulanya Gubernur Ahok yang menawari untuk masuk memiliki saham di PT MRT, dengan alasan PT KAI merupakan perusahaan yang sangat berpengalaman terkait perkeretaapian, baik pengoperasiannya, teknologinya, dll, sehingga selain persoalan bisnis, ada transfer pengetahuan.

"Bahkan ke depan, selain KCJ, juga sudah mengungkapkan keinginannya bekerjasama soal kereta api bandara," ujarnya.

Namun demikian, meskipun secara lisan keduanya sepakat dengan rencana tersebut, akan tetapi KAI tetap harus menyampaikan hal tersebut secara resmi kepada Menteri BUMN, sebagai pemilik KAI.

"Kami secara resmi juga harus menyampaikan kepada Menteri BUMN dulu, meskipun informasi secara lisan sudah sempat kami sampaikan dan signal yang kami tangkap dari Bu Menteri juga positif. Beliau juga menyambut baik terkait rencana itu," tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengajak PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk dapat mengeksekusi proses swap sebagian kepemilikan saham di PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ).

Gubernur Ahok - sapaan akrab Basuki - mengungkapkan langkah tersebut akan memudahkan dalam menghadirkan rencana integrasi transportasi massal berbasis rel tersebut di Ibu Kota.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper