Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengecer di Depok Keluhkan Minimnya Pasokan LPG 3 Kg

Kalangan pengecer gas di Kota Depok mengeluhkan kelangkaan gas berukuran 3 kilogram selama bulan suci Ramadan saat ini.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 25 Juni 2015  |  13:59 WIB
Pengecer di Depok Keluhkan Minimnya Pasokan LPG 3 Kg
Tabung elpiji 3 kg - Antara
Bagikan

Bisnis.com, DEPOK- Kalangan pengecer gas di Kota Depok mengeluhkan kelangkaan gas berukuran 3 kilogram selama bulan suci Ramadan saat ini.

Pemilik Toko Mandailing Kecamatan Beji Kota Depok, Muhammad Ali mengaku stok LPG 3 kilogram di tokonya tidak mencukupi, banyak pelanggannya yang tidak kebagian gas.

"Tiap hari saya dikirim oleh agen sekitar 60-70 tabung. Tapi itu sangat kurang karena tingginya permintaan saat Ramadan," ujarnya kepada Bisnis.com, Kamis (26/5).

Meskipun langka, harga LPG 3 kg masih terkendali, di tingkat pengecer seharga Rp17.000 per tabung. Adapun, harga yang dijual di sejumlah minimarket mencapai sekitar Rp18.000.

Pemilik Toko Berkah di Depok, Nur Hidayah mengatakan pasokan dari agen ke tokonya hanya sebanyak 10 tabung per harinya, jumlah yang sangat tidak memadai guna memenuhi permintaan masyarakat.

Dia mengatakan biasanya pasokan dari agen bisa mencapai 15 tabung. "Kalau boleh dibilang sih sangat kurang, soalnya ini bulan Ramadan saat ibu rumah tangga lagi butuh-butuhnya gas buat masak," katanya.

Salah satu karyawan agen gas di Toko Zulham Kecamatan Beji Kota Depok, Anto mengatakan stok LPG 3 kg untuk kawasan Beji masih mencukupi.

Toko Zulham buka setiap hari dengan memasok sekitar 10 tabung untuk setiap pengecer. "Ibu-ibu rumah tangga yang datang ke sini setiap hari, jadi tidak perlu diantar," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lpg 3 kg
Editor : Yusran Yunus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top