Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Krisis Air Baku, Suplai ke Soekarno-Hatta Tetap Prioritas

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Benteng Kota Tangerang memprioritaskan suplai air bersih ke Bandara Soekarno-Hatta meskipun debit air baku dari Cisadane semakin tiris.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 19 Agustus 2015  |  17:40 WIB
 Anggota PMI melakukan pengolahan air baku menjadi air siap minum dengan mesin Sociedad Espaola de Tratamiento de Agua (SETA).  - Bisnis.com
Anggota PMI melakukan pengolahan air baku menjadi air siap minum dengan mesin Sociedad Espaola de Tratamiento de Agua (SETA). - Bisnis.com

Bisnis.com, TANGERANG - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Benteng Kota Tangerang memprioritaskan suplai air bersih ke Bandara Soekarno-Hatta meskipun debit air baku dari Cisadane semakin tiris.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Binar Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangerang Taufik Syahzaeni  menyatakan hambatan suplai air ke Soekarno-Hatta sempat terasa pada akhir Juli 2015. Tidak hanya ke bandara, puluhan ribu pelanggan PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang juga tidak kebagian jatah.

“PDAM Tirta Benteng tidak menyuplai air ke DKI, kami fokus memasok ke bandara,” ucap Taufik kepada Bisnis.com. Pasokan normal ke Soekarno-Hatta seharusnya 100 liter per detik, tetapi volume ini pun sempat turun ke kisaran 50 liter per detik.

Kondisi itu tidak sepenuhnya disebabkan kekeringan. Khusus di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang, hambatan suplai air terpengaruh kerusakan salah satu pintu bendung di Pintu Air 10. Walhasil, PDAM tidak bisa menyedot air baku dan tidak ada air bersih diproduksi.

Pasokan air ke pelanggan rumah tangga di Tangerang dan DKI Jakarta didasarkan kepada ketersediaan air baku di lapangan. Manakala Cisadane terlalu kering seperti sekarang, PDAM akan menyetop suplai. Tapi tidak demikian ke Soekarno-Hatta.

Bandara internasional ini semacam mendapat prioritas mengingat perannya sebagai infrastruktur vital. Oleh karena itu ketika sempat terjadi kesulitan produksi air bersih pada 17 Agustus 2015, pasokan ke Soekarno-Hatta tetap aman.

PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang yang tetap mampu menyuplai air ke wilayah khusus seperti bandara tetapi tidak demikian dengan PDAM Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang. Perusahaan air minum ini kewalahan penuhi kebutuhan pelanggan di Tangerang maupun keluar, seperti ke DKI Jakarta.

Sejalan dengan semakin keringnya permukaan Sungai Cisadane, suplai ke ibu kota kemungkinan berhenti dan diprioritaskan untuk warga Tangerang.

Pembelian air curah kepada PDAM TKR oleh DKI mencapai 2.800 liter per detik. Distribusinya melalui instalasi pengolahan air (IPA) Serpong dan 75 liter per detik melalui IPA Cikokol. Pasokan dari Cisadane ini banyak dimanfaatkan warga Jakarta Barat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara soekarno-hatta kekeringan krisis air
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top