Jadi Kota Pintar, Tangsel Harus Bangun Pusat Data Elektronik

Penerapan konsep Kota Pintar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) , Provinsi Banten bernilai 90 juta dolar AS – 110 juta dolar AS membutuhkan pusat data elektronik.
Dini Hariyanti | 02 September 2015 10:51 WIB
Balai Kota Tangerang Selatan - wikipedia

Bisnis.com, TANGERANG— Penerapan konsep Kota Pintar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) , Provinsi Banten bernilai 90 juta dolar AS – 110 juta  dolar AS membutuhkan pusat data elektronik.

E-data center atau pusat data elektronik wajib ada megingat pendekatan yang dipilih menggunakan teknologi informasi dan komunikasi digital. Tangsel bakal dijadikan Prima Infra Limited sebagai proyek percontohan untuk menerapkan konsep serupa di kota lain di Indonesia.

Pusat data elektronik memungkinkan arus informasi di Tangerang Selatan mengalir cepat dan pemerintah dapat lebih tanggap menyikapinya. Pemantauan yang dapat dilakukan misalnya terhadap manajemen lalu lintas, persampahan, fasilitas kesehatan, transportasi, hingga pembayaran pajak.

“Ini bisa memfasilitasi perusahaan, pemerintah, maupun individu yang sebelumnya harus mengakses layanan dan berbagai informasi secara lambat dan tidak efisien,” ucap CEO Prima Infra Limited Nicolas Jenik dalam wawancara khusus dengan beberapa media, di Jakarta, Selasa (1/9/2015) malam.

Pada dasarnya Kota Pintar yang hendak diterapkan di Tangsel ialah mengimplementasikan solusi digital seperti situs terkonsolidasi, smart points di seluruh kota, dan e-cloud sistem. Cara ini diklaim mampu meningkatkan efisiensi waktu secara signifikan.

Jenik menyatakan teknologi informasi digital yang dikembangkan di Tangerang Selatan diyakini bisa meningkatan kualitas dan kinerja pelayanan perkotaan, mengurangi biaya dan konsumsi sumber daya, serta pemerintah terlibat lebih aktif berinteraksi dengan warga.

Tag : tangsel
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top