Merintis Kota Pintar di India Lebih Mudah Dibanding Indonesia

Prima Infra Limited selaku investor swasta yang akan menggarap proyek Kota Pintar di Tangerang Selatan, Provinsi Banten menilai merintis proyek di India lebih enak daripada Indonesia.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 02 September 2015  |  11:46 WIB
Merintis Kota Pintar di India Lebih Mudah Dibanding Indonesia
Jakarta Smart City - Jakarta.go.id

Bisnis.com, TANGERANG— Prima Infra Limited selaku investor swasta yang akan menggarap proyek Kota Pintar di Tangerang Selatan, Provinsi Banten menilai merintis proyek di India lebih enak daripada Indonesia.

CEO Prima Infra Limited Nicolas Jenik mengatakan pemerintah kota di India tempat program Smart City dirintis lebih kooperatif ketimbang di Tanah Air. Pemerintah daerah di negara itu dinilai memiliki komitmen yang lebih nyata untuk mewujudkan kota pintar.

“Pemerintah daerah setempat [di India] ikut berkontribusi, mereka punya budget setiap tahun. Karena itu kami harap pilot project di Tangsel kalau beroperasi dengan baik, pemda bisa lihat dan mau ikut berkontribusi,” ucapnya dalam wawancara khusus, di Jakarta, Selasa (1/9/2015) malam.

Jenik mengakui koordinasi dengan jajaran Pemerintah Kota Tangerang Selatan merupakan tantangan terbesar. Prima Infra Limited mengaku sudah bertemu dengan jajaran pemkot dan representatif universitas di Tangsel untuk memaparkan proyek ini.

Namun sayang, investor asal Inggris tersebut tidak bisa menyebutkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan Tangsel menjadi kota pintar. Jenik hanya menyebutkan pelaksanaannya dilakukan bertahap.

“Yang pasti mulai Februari 2016 kami akan bekerja dengan SDM yang lebih memadai daripada sekarang,” ucapnya.

Prima Infra Limited tampak begitu percaya diri bisa mengembangkan model percontohan kota pintar di Tangsel. Kendati sudah bermain di India, Amerika Selatan, dan Argentina, tetapi di Indonesia daerah yang pertama disentuh adalah Tangerang Selatan.

Apabila di wilayah tersebut berhasil barulah korporat akan menjajaki studi lebih dalam untuk menduplikasi di kota lain di Tanah Air. Sejauh ini baru dilakukan penjajakan awal penerapan kota pintar di kawasan Kalimatan dan Sumatra.

Pengembangan di Indonesia khususnya di Tangsel diyakini mampu digarap. Proyek di kota ini dilakukan sembari belajar dari apa yang diterapkan di India.

“Karena kota di India dan Indonesia punya masalah dan tantangan yang sama, seperti kriminalitas dan lainnya,” ujar Jenik.

Nilai investasi yang akan digelontorkan Prima Infra Limited untuk proyek percontohan smart city di Tangsel mencapai 110 juta dolar AS. Jangka panjang diharapkan bisa menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja. Cakupan proyek ini mulai dari manajemen lalu lintas, transportasi, sampah, kesehatan, dan lain-lain.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tangsel

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top